Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

#SaveKomodo: Viral Foto Komodo Hadang Truk, BTNK Tutup Pulau Rinca

Save Komodo Now melalui akun Twitter @KawanBaikKomodo menyebutkan bahwa semua orang di lokasi dilarang ambil/kirim foto keluar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  10:54 WIB
Komodo berhadapan dengan truk proyek penataan sarana dan prasarana wisata alamdi Taman Nasional Komodo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Twitter Kawan Baik Komodo
Komodo berhadapan dengan truk proyek penataan sarana dan prasarana wisata alamdi Taman Nasional Komodo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Twitter Kawan Baik Komodo

Bisnis.com, JAKARTA – Usai viral foto komodo berhadapan dengan truk proyek, Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) kemudian mengeluarkan surat pengumuman penutupan Pulau Rinca dan Resort Loh Buay, serta melarang pekerja dan warga setempat untuk mengambil foto, dan menyebarluaskan.

Berdasarkan surat pengumuman itu disebutkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menutup Resort Loh Buaya dari kunjungan wisatawan dalam upaya penataan sarana dan prasarana wisata alam.

Selain Resort Loh Buaya, proyek tersebut juga turut menutup Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Pulau Rinca.

”Balai Taman Nasional Komodo menutup sementara Resort Loh Buaya, SPTN Wilayah I Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021 dan akan dievaluasi setiap 2 minggu sekali,” tulis surat yang ditandatangani Kepala Balai Lukita Awang Nistyantara, Senin (26/10/2020).

Dalam surat tersebut juga menegaskan, bahwa pembangunan sarana dan prasarana wisata alam akan tetap mengutamakan keselamatan satwa komodo.

Setidaknya, ada 15 ekor komodo yang sering terlihat di lokasi proyek dari total 60 ekor komodo yang hidup di Loh Buaya dan Pulau Rinca.

Di sisi lain, Save Komodo Now melalui akun Twitter @KawanBaikKomodo menyebutkan bahwa semua orang di lokasi dilarang ambil/kirim foto keluar.

“Anda mgkn tidak akan mendapat update foto lagi. Kawan2 Baik Komodo di lapangan takut kena kriminalisasi krn sdh ada surat penutupan dan larangan. Apa yg terjadi di TN Komodo, semakin sulit diketahui publik,” tulis akun tersebut.

Dikhawatirkan, keberadaan proyek tersebut mengancam keselamatan komodo yang dilestarikan di pulau tersebut, meskipun dalam surat edaran ditegaskan tetap menjaga keselamatan para satwa.

Apalagi, pengawasan dari pihak eksternal dan konservasi tidak diperbolehkan.

“Negeri ini tidak sedang baik2 saja. Begitu jg Komodo #SaveKomodoNow,” imbuh akun tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komodo Kementerian PUPR
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top