<p><strong>Bisnis.com</strong>, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS)<a href="https://www.bisnis.com/topic/44797/Donald-Trump" target="_blank" rel="noopener"> Donald Trump</a> mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri<a href="https://www.bisnis.com/topic/21595/armenia" target="_blank" rel="noopener"> Armenia</a> Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev atas kesepakatan gencatan senjata.</p><p>Trump menyampaikan selamat itu lewat akun Twitternya @realDonaldTrump pada Senin (26/10/2020) pagi WIB.</p><p>Trump mengungkapkan bahwa kedua pemimpin negara sepakat mematuhu gencatan senjata yang efektif berlaku mulai tengah malam.</p><p><em>“Dengan gencatan senjata, banyak nyawa yang akan diselematkan. Bangga dengan tim saya,” cuit Trump seraya menyebut akun Twitter Menlu AS Mike Pompeo.</em></p><p>Sebelumnya, diberitakan bahwa Sekjen PBB Antonio Guterres meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menghormati gencatan senjata dan mengutuk serangan terhadap warga sipil dalam perebutan Nagorno-Karabakh yang telah menewaskan ratusan orang.</p><p>Guterres menyoroti salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil sejauh ini.</p><p>Dia mengatakan sebuah rudal menghantam daerah pemukiman kota kedua di Azerbaijan, Ganja pada Sabtu (17/10/2020) yang menewaskan 13 orang termasuk anak-anak.</p><p>Sedangkan, Nagorno-Karabakh, wilayah yang disengketatakan kedua negara, menyatakan 37 lagi tentaranya tewas kemarin seperti dikuttip Aljazeera.com, Senin (19/10/2020).</p><p>Dengan demikian, Kementerian Pertahanan Nagorno-Karabakh, yang berpenduduk etnis Armenia, mengatakan korban tewas militer menjadi 710 orang.</p><p>Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menuduh Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis memberikan dukungan militer terhadap Armenia.</p><p>Berbicara dalam bahasa Sirnak di Turki tenggara, Erdogan menegaskan kembali dukungannya untuk Azerbaijan.</p><p>Dia mengatakan dia "berdoa" agar negara iu bisa berhasil dalam konflik dengan mengusir orang-orang Armenia dari "wilayah pendudukan."</p><blockquote class="twitter-tweet"><p dir="ltr" lang="en">Congratulations to Armenian Prime Minister Nikol Pashinyan and Azerbaijani President Ilham Aliyev, who just agreed to adhere to a cease fire effective at midnight. Many lives will be saved. Proud of my team <a href="https://twitter.com/SecPompeo?ref_src=twsrc%5Etfw">@SecPompeo</a> & Steve Biegun & <a href="https://twitter.com/WHNSC?ref_src=twsrc%5Etfw">@WHNSC</a> for getting the deal done!</p>— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) <a href="https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1320481440560132097?ref_src=twsrc%5Etfw">October 25, 2020</a></blockquote><p><script async="" src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p><p>Dalam perang yang dimulai pada 27 September itu, Azerbaijan dilaporkan kembali menembak jatuh jet tempur Su-25 Armenia setelah sebelumnya juga berhasil menjatuhkan pesawat canggih tersebut.</p><p>Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyatakan pesawat serang Su-25 mencoba melancarkan serangan udara terhadap posisi Azerbaijan di wilayah Jabrayil ketika ditembak jatuh.</p><p>Shushan Stepanyan, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia, mengatakan di Twitter bahwa Azerbaijan menembakkan peluru artileri dan roket pada Minggu dini hari.</p>
Gencatan Senjata, Trump Ucapkan Selamat kepada PM Armenia dan Presiden Azerbaijan
Dalam perang yang dimulai pada 27 September itu, Azerbaijan dilaporkan kembali menembak jatuh jet tempur Su-25 Armenia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita