Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dear Pak Jokowi, Hampir 350.000 Netizen Teken Petisi Online #SaveKomodo

Tak hanya ramai di media sosial, ada warganet yang membuat petisi online di situs charge.org #SaveKomodo. Ratusan ribu netizen pun meneken petisi online tersebut.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  19:12 WIB
Komodo berhadapan dengan truk proyek penataan sarana dan prasarana wisata alamdi Taman Nasional Komodo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Twitter Kawan Baik Komodo
Komodo berhadapan dengan truk proyek penataan sarana dan prasarana wisata alamdi Taman Nasional Komodo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Twitter Kawan Baik Komodo

Bisnis.com, JAKARTA – Tagar #SaveKomodo menggema di Twitter terkait rencana pembangunan wisata alam di Resort Loh Buaya di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur yang akan disulap menjadi kawasan Jurassic Park.

Pembangunan geopark di habitat terakhir Komodo di dunia mendapatkan kecaman dari berbagai elemen masyarakat, termasuk warganet yang menggemakan tagar #SaveKomodo di Twitter sejak Senin pagi (26/10/2020).

Tak hanya ramai di media sosial, warganet juga ramai-ramai menarik perhatian dengan melakukan petisi online di charge.org, dengan Indo Flashlight yang memulai membuat petisi tersebut.

Petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak pembangunan lahan konservasi. Dalam petisi tersebut mengkritisi lahan konservasi yang bakal diubah menjadi lahan investasi.

Pasalnya, UNESCO menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site atau situs warisan dunia dan Man and Biosphere Reserve pada tahun 1991.

Petisi online yang diunggah oleh Indo Flashlight tersebut berjudul "Cabut Izin Pembangunan Investor Asing (Swasta) di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo". Hingga Senin malam, petisi tersebut telah diteken hampir 350.000 warganet.

“Pak @Jokowi kami sangat menghargai bapak karena engkau Presiden kami, dengan rendah hati masyarakat Indonesia meminta kembalikan lahan ini, kami mohon perintahkan kepada Pemda untuk pemutusan izin investor asing (swasta) di kawasan Taman Nasional Pulau Komodo. Kami rasa perusahaan swasta ini tidak akan pernah layak! Dan bahkan tidak pantas membeli tanah di lahan Taman Nasional ini!” tulis dalam laman petisi online, seperti dikutip Bisnis, Senin (26/10/2020).

Petisi tersebut juga menuliskan komodo (Varanus komodoensis) termasuk spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di Pulau Komodo sekaligus satu-satunya di dunia.

Selain itu, komodo juga merupakan warisan dari zaman purbakala, karena komodo termasuk dalam hewan purba yang telah hidup jutaan tahun lalu di Indonesia.

“Habitat aslinya di Taman Nasional Komodo termasuk di Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara Timur,” sambungnya.

Terkait pembangunan itu pula, Balai Taman Nasional Komodo melalui unggahan Instagram resmi menyampaikan destinasi Taman Nasional Komodo akan mulai ditutup terhitung sejak hari ini, Senin (26/10/2020).

“Sehubungan dengan berlangsungnya penataan sarana dan prasarana wisata alam di Resort Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, dengan ini Balai Taman Nasional Komodo menutup sementara destinasi tersebut dari kunjungan wisatawan berlaku sejak tanggal 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021,” tulis akun Instagram resmi @tamanasionalkomodo, seperti dikutip Bisnis, Senin (26/10/2020).

Unggahan tersebut kemudian ditimpali oleh @KawanBaikKomodo melalui Twitter. Dia mengatakan dengan adanya surat penutupan destinasi tersebut maka semakin sulit publik untuk mengetahui pembangunan yang sedang berlangsung.

“Kami juga dapat kesaksian bahwa semua orang di lokasi dilarang ambil atau kirim foto keluar,” ungkapnya, seperti dikutip Bisnis, Senin (26/10/2020).

“Negeri ini tidak sedang baik-baik saja. Begitu juga komodo,” sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi komodo pulau komodo
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top