Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Tengah Menimbang Internasionalisasi Yuan

Dengan internasionalisasi yuan, beberapa hambatan penggunaan mata uang akan dihapus. Ini artinya pangsa pasar penggunaan yuan di dunia internasional akan semakin bertambah.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  02:30 WIB
Ilustrasi mata uang China, Yuan - Bloomberg
Ilustrasi mata uang China, Yuan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - China sedang mempertimbangkan kembali strateginya untuk menginternasionalisasi yuan setelah menyelesaikan tinjauan komprehensif baru-baru ini.

"Seperti yang diketahui semua orang di masa lalu, internasionalisasi RMB berpegang pada prinsip-prinsip pasar," kata Zhu Jun, Direktur Jenderal Divisi Internasional People’s Bank of China pada KTT Bund di Shanghai pada hari Sabtu (25/10/2020).

“Peran otoritas terutama difokuskan pada menghilangkan hambatan kebijakan untuk penggunaan mata uang secara bebas. Saat ini, kami pikir ada semacam komplikasi dari situasi domestik dan luar negeri."

Zhu mengatakan ke depan pemerintah bisa lebih proaktif dengan dukungan kebijakan untuk memfasilitasi peran pasar. Misalnya, bank sentral dapat meningkatkan perjanjian pertukaran mata uang bilateral untuk mempromosikan perdagangan dan investasi dengan lebih baik, dan mencoba mengoordinasikan berbagai cara untuk penyelesaian lintas batas dengan yuan dan infrastruktur pembayaran.

Sementara itu, Zhu menuturkan pihak berwenang akan menghilangkan hambatan yang ada untuk internasionalisasi yuan, dengan liberalisasi rekening modal yang stabil dan meningkatkan fleksibilitas nilai tukar RMB serta meningkatkan likuiditas di pasar obligasi.

China selama bertahun-tahun membuat beberapa kemajuan. China giat mempromosikan perdagangan dengan yuan luar negeri, bahkan yuan akhirnya menyandang status mata uang cadangan resmi dari Dana Moneter Internasional dan meluncurkan kontrak komoditas dengan harga yuan. Namun, renminbi masih menjadi pemain kecil di panggung global, dengan pangsa pasar 2 persen.

Strategi pembukaan pasar keuangan China yang stabil untuk investor luar negeri telah memikat arus masuk, kepemilikan asing atas saham dan obligasi di China relatif kecil. Rekening modal China, istilah untuk aliran dana lintas batas, saat ini tetap tunduk pada peraturan yang signifikan tentang transfer yuan.

Secara terpisah, gubernur bank sentral Yi Gang mengatakan reformasi mekanisme pembentukan nilai tukar yuan dan internasionalisasi mata uang harus dipromosikan bersama dengan pembukaan pasar keuangan.

"Internasionalisasi yuan harus berorientasi pasar," katanya, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (24/10/2020). “Tugas utama regulator adalah mengurangi pembatasan penggunaan mata uang lintas batas, dan membiarkannya mengambil jalannya sendiri.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china yuan people's bank of china

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top