Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

95 Karyawan Perusahaan Telekomunikasi di Sleman Positif Covid-19

Kasus Covid-19 membuat kantor telekomunikasi itu sempat ditutup untuk sterilisasi,  namun kini kembali beroperasi.
Padmaratri
Padmaratri - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  05:48 WIB
Petugas medis memasukkan sampel tes usap seorang pasien dalam kunjungan pemeriksaan kesehatan ke rumah-rumah di New York, AS, Selasa (4/8/2020). - Bloomberg/Angus Mordant
Petugas medis memasukkan sampel tes usap seorang pasien dalam kunjungan pemeriksaan kesehatan ke rumah-rumah di New York, AS, Selasa (4/8/2020). - Bloomberg/Angus Mordant

Bisnis.com, SOLO - Pemkab Sleman menyebut klaster perkantoran dari sebuah perusahaan telekomunikasi memiliki kasus Covid-19 sebanyak 95.

Kasus Covid-19 membuat kantor telekomunikasi itu sempat ditutup untuk sterilisasi,  namun kini kembali beroperasi.

Koordinator Data Covid-19 Dinas Kesehatan Sleman, Wirdasari Hasibuan memerinci dari 1.300 karyawan dari perusahaan tersebut seluruhnya sudah dilakukan rapid test. Karyawan yang ditemukan reaktif langsung dilakukan swab, sementara yang non-reaktif dites ulang.

Tracing yang dilakukan Dinkes Sleman hingga Senin (19/10/2020) ada 95 kasus positif di perusahaan tersebut. Sebanyak 69 di antaranya merupakan warga Sleman.

"[Jumlah] 95 itu tersebar di seluruh DIY Jateng. Mereka diisolasi di daerah masing-masing, jadi kami koordinasi dengan tempat karyawan itu tinggal," kata Wirdasari kepada wartawan di Kantor Setda Sleman, Senin (19/10/2020).

Kantor tersebut sempat tutup selama lima hari untuk sterilisasi. Pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman juga telah berkoordinasi dan memberikan rekomendasi untuk perusahaan tersebut.

"Kami sedang menunggu hasil jawabannya, surat rekomendasi kami berikan Senin kemarin," kata dia.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menerangkan penutupan untuk sterilisasi kantor sempat dilakukan, namun hanya di lantai dua dan tiga yang menjadi lokasi infeksi. Saat ini, kantor tersebut tetap beroperasi.

"Kalau ada kegiatan, yang masuk adalah karyawan yang sudah negatif," kata Evie, sapaannya.

Dia meminta manajemen perusahaan terus melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan

"Kalau ada pelanggaran berulang, ada kemungkinan sanksi lebih berat. Saat operasi nonyustisi oleh Satpol PP selalu mencatat pelanggaran baik perorangan maupun institusi, kalau berulang tidak menutup kemungkinan ada sanksi administrasi atau sanksi yang lebih berat," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sleman Virus Corona Covid-19

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top