Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantan Wapres Hamzah Haz Diisukan Meninggal, Sekjen PPP: Tidak Benar Itu

Sebelumnya beredar kabar di kalangan wartawan bahwa Hamzah Haz telah berpulang pada pukul 13:45 WIB.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  16:16 WIB
Mantan Wapres Hamzah Haz Diisukan Meninggal, Sekjen PPP: Tidak Benar Itu
Hamzah Haz - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani membantah isu yang menyebutkan meninggalnya mantan Wakil Presiden RI Hamzah Haz pada hari ini di RSPAD Gatot Subroto.

"Tidak benar. Saya baru saja dapat informasi dari ajudan, beliau saat ini memang tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto,” ujar Arsul ketika dihubungi Bisnis, Senin (19/10/2020).

Menurut Arsul kondisi Hamzah Haz memang memerlukan perawatan, namun dia tidak memerinci keterangannya.

Arsul meminta semua pihak turut mendoakan kesehatan pria kelahiran 15 Februari 1940 di Ketapang, Kalimantan Barat tersebut. Hamzah Haz pernah memimpin PPP di Era Reformasi sebelum menjadi wakil presiden.

Sebelumnya beredar kabar di kalangan wartawan bahwa Hamzah Haz telah berpulang pada pukul 13:45 WIB.

Informasi itu langsung beredar di sejumklah akun media sosial terutama di kalangan awak media.

Kesadaran Hamzah Haz dilaporkan menurun sebagaimana disebutkan dalam pesan singkat Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha mengabarkan kondisi Hamzah Haz menurun sejak pagi tadi.

"Karena ngedrop pagi-pagi tadi. Mohon doa panjang umur," kata Ketua PPP Syaifullah Tamliha yang membenarkan Hamzah Haz mengalami gangguan organ.

Jumat, 15 Oktober lalu Hamzah Haz sudah diberi alat bantu pernapasan. Saat itu kondisinya disebut terkontrol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppp hamzah haz
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top