Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebagian Besar Mumbai Mati Listrik, Perdagangan Bursa India Tidak Terdampak

Kota ini adalah rumah bagi sekitar 20 juta orang serta lokasi dari bursa saham terbesar di India, bank sentral, dan regulator keuangan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  12:57 WIB
Gedung Bombay Stock Exchange - Bloomberg
Gedung Bombay Stock Exchange - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagian besar daerah di Mumbai mengalami pemadaman listrik pada hari Senin (12/10/2020) dan mengganggu aktivitas bisnis di pusat finansial India tersebut.

Kota ini adalah rumah bagi sekitar 20 juta orang serta lokasi dari bursa saham terbesar di India, bank sentral, dan regulator keuangan.

Dilansir dari Bloomberg, aktivitas perdagangan di bursa saham BSE Ltd. dan National Stock Exchange of India Ltd. tetap berjalan dengan normal. BSE juga melakukan pencatatan saham perdana Mazagon Shipbuilders pada awal perdagangan, demikian menurut juru bicara bursa.

Namun, sejumlah fasilitas umum seperti layanan kereta api kota terpaksa dihentikan karena pemadaman listrik ini. Central Railway mengatakan di Twitter bahwa jaringan kereta pinggiran kota Mumbai tertahan karena kegagalan jaringan.

Banyak pelau pasar mengatakan bahwa aktivitas perdagangan tidak terlalu terpengaruh. Tetapi jika pemadaman berlangsung lama, makan ini dapat memengaruhi volume perdagangan.

"Sejumlah pelaku pasar menghadapi masalah karena mereka memiliki cadangan baterai yang terbatas,” kata kepala penelitian ritel HDFC Securities Ltd, Deepak Jasani, seperti dikutip Bloomberg.

Ia menambahkan bahwa pemadaman listrik juga memengaruhi koneksi internet broadband dan mengganggu aktivitas perdagangan sejumlah pelaku pasar.

Pedagang obligasi mengatakan pemadaman berdampak terhadap volume perdagangan, yang menyempit dengan volume obligasi 10-tahun hanya mencapai 34 miliar rupee pada siang hari.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun dua basis poin menjadi 5,91 persen, sementara indeks S&P BSE Sensex menguat 0,5 persen pada pukul 10.45 waktu Mumbai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mati listrik bursa india
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top