Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Putuskan PSBB Transisi, Ini Fakta Penularan Covid-19 di Jakarta

Selama 1 bulan pengetatan PSBB DKI Jakarta selalu menjadi provinsi dengan tambahan kasus positif tertinggi di Indonesia tiap harinya. Tambahan kasus positif tersebut pun kerap kali berada di atas 1.000 orang.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  12:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Amad Riza Patria memberi penjelasan perihal diberlakukannya kembali PSBB seperti awal pandemi Covid-19, Rabu (9/9/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Amad Riza Patria memberi penjelasan perihal diberlakukannya kembali PSBB seperti awal pandemi Covid-19, Rabu (9/9/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi sampai dengan 25 Oktober 2020, karena dinilai jumlah kasus baru penularan Covid-19 terus melandai.

Menurut Anies, keputusan itu berdasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta. 

“Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” kata Anies melalui keterangan resmi pada Minggu (11/10/2020). 

Menurutnya, grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar atau stabil sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020 lalu. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir. 

Pemprov DKI juga memakai data yang disusun FKM UI, dengan nilai Rt Jakarta adalah 1,14 pada awal September dan saat ini berkurang menjadi 1,07. Artinya, saat ini 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 107 orang lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dioleh Bisnis, terhadap pengetatan PSBB oleh Pemprov DKI Jakarta selama 1 bulan kasus positif tercatat masih dalam tren kenaikan.

Berdasarkan data Pemantauan Covid-19 DKI Jakarta hingga Sabtu, (10/10/2020) kasus aktif Covid-19 di DKI mencapai 13.253 orang. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 1.282 orang.

Selama 1 bulan pengetatan PSBB DKI Jakarta selalu menjadi provinsi dengan tambahan kasus positif tertinggi di Indonesia tiap harinya. Tambahan kasus positif tersebut pun kerap kali berada di atas 1.000 orang.

Adapun pada 12 September 2020, atau sebelum pengetatan PSBB diberlakukan kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 12.174 kasus. Seminggu setelah PSBB diperketat, pada 21 September 2020, kasus aktif di DKI Jakarta bertambah menjadi 12.974 orang.

Kemudian jumlah tersebut berkurang di minggu kedua (28/9/2020) penerapan pengetatan PSBB menjadi 12.732 orang. Pada saat itu, Gubernur DKI Jakarta pun kembali memperpanjang PSBB selama 2 pekan hingga (11/10/2020).

Di minggu pertama pengetatan PSBB fase II (5/10/2020), jumlah kasus aktif justru bertambah menjadi 12.969 orang. Sementara itu di pekan kedua (10/10/2020), kasus aktif Covid-19 bertambah menjadi 13.253 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top