Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bareskrim Polri Memburu Pelaku Peretasan Situs DPR

Bareskrim Polri menyatakan tengah memburu pelaku peretasan website resmi DPR RI.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  11:25 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono/Antara-HO - Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono/Antara-HO - Polri

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tengah memburu sejumlah pelaku peretasan dalam bentuk deface website resmi DPR/MPR.

Pelaku peretasan situs www.dpr.go.id mengganti halaman utama situs resmi DPR/MPR dari tulisan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi Dewan Penghianat Rakyat (DPR).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai peretasan situs resmi DPR itu.

Menurut Argo, tim siber Bareskrim Polri sudah bergerak untuk memburu para pelaku peretasan tersebut.

"Sudah diselidiki oleh Bareskrim ya, tunggu saja," kata Argo, Kamis (8/10/2020).

Argo mengaku tidak mau berspekulasi apakah aksi peretasan situs resmi DPR tersebut juga berkaitan dengan aksi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja yang digelar hari ini di sejumlah lokasi di Indonesia.

"Tidak tahu, nanti tunggu hasilnya setelah ada hasil lidik ya," ujarnya.

Sebelumnya beredar sebuah video singkat dari akun TikTok @donie.chandra yang menayangkan tampilan muka web dpr.go.id yang mengubah tulisan Dewan Perwakilan Rakyat menjadi Dewan Penghianat Rakyat Republik Indonesia.

"Anjir ini siapa yang ngubah, cuy," tulis akun @donie.chandra di dalam videonya, Kamis (8/10/2020).

Sementara itu, setelah diretas, situs DPR RI sempat tidak bisa diakses. Namun, berdasarkan pantauan Bisnis saat ini situs tersebut sudah dapat kembali diakses.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr hacker bareskrim polri Omnibus Law cipta kerja
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top