Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuota Gratis Cair, Kemendikbud Trending di Twitter

Beban belajar daring lebih ringan setelah mendapat kuota gratis dari Kemendikbud.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 September 2020  |  11:57 WIB
Ilustrasi orang sedang memegang ponselnya dengan latar belakang logo Twitter. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi orang sedang memegang ponselnya dengan latar belakang logo Twitter. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan trending di Twitter setelah 3.300-an pengguna bercuit rasa terima kasihnya setelah mendapat kuota gratis untuk belajar jarak jauh.

“To @nadiemmakarim and Kemendikbud @Kemdikbud_RI Big thanks for you all, we can all learn online better. (Terima kasih semuanya, kami bisa belajar daring lebih baik,” tulis Michael, pengguna Twitter dengan akun @MrMich43l, Rabu (30/9/2020).

Sejumlah akun lainnya juga menuliskan hal serupa, mengatakan bahwa beban belajar daring lebih ringan setelah mendapat kuota gratis dari Kemendikbud. Pada sisi lain, ternyata masih ada beberapa yang salah sasaran.

“Udah lulus kuliah masih dpt kuota kemendikbud, gmn nih sayang ga kepake,” ungkap akun @chillwithday6.

Sebelumnya, Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud Hasan Chabibie mengatakan bahwa ketidakakuratan nomor yang mendapat kuota gratis lantaran tidak bisa dicek satu persatu apakah nomotersebut layan menerima bantuan atau tidak.

“Itu tanggung jawab satuan pendidikan, mereka ang paling mengetahui siapa yang berhak. Kami tidak bisa memastikan apakah dari 27 juta yang sudah dibagikan itu layak menerima atau tidak. Namun, seandainya ada kesalahan kirim mohon dilaporkan dan tidak akan kami kirimkan lagi di bulan berikutnya karena yang bersangkutan tidak membutuhkan,” jelas Hasan.

Sementara itu, bagi yang masih belum mendapatkan kuota gratis, peserta didik maupun pendidik diharapkan melaporkan ke Unit Layanan Terpadu atau Itjen Kemendikbud.

Masalah yang menghambat umumnya dalah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) di Kepala Sekolah belum selesai, belum diterima oleh Kemendikbud, atau masih ada kesalahan pengisian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud kuota
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top