Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perang Armenia - Azerbaijan, Putin Minta Baku Tembak Dihentikan

Armenia dan Azerbaijan pada Selasa menuduh satu sama lain telah  menembak langsung ke wilayah masing-masing dan menolak tekanan untuk mengadakan pembicaraan damai.
Presiden Rusia Vladimir Putin/Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin/Reuters

Bisnis.com, MOSKOW - Konflik antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh perlu segera diredakan.

Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Selasa (29/9/2020) waktu setempat, mendesak pihak-pihak yang berlawanan dalam konflik Nagorno-Karabakh untuk menahan tembakan masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Putin selama percakapan dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

"Putin menekankan keperluan mendesak untuk aksi gencatan senjata dan agar semua pihak mengambil tindakan untuk meredakan krisis," tulis Reuters, mengutip pihak Kremlin.

Armenia dan Azerbaijan pada Selasa menuduh satu sama lain telah  menembak langsung ke wilayah masing-masing dan menolak tekanan untuk mengadakan pembicaraan damai.

Konflik mereka di daerah kantong Nagorno-Karabakh dikhawatirkan akan meluas menjadi perang secara habis-habisan.

Pasukan Armenia dan Azerbaijian pada Senin pagi terlibat bentrokan hari kedua terkait Nagorno-Karabakh dan saling menuduh menggunakan artileri berat.

Otoritas Nagorno-Karabakh melaporkan sudah lebih dari 15 tentaranya yang tewas dalam serangan.

Baku tembak antara pasukan Armenia dan Azerbaijan itu merupakan yang paling sengit terjadi sejak 2016.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang berada di Azerbaijan namun dikendalikan oleh etnis Armenia.

Otoritas wilayah yang memisahkan diri itu mengatakan pihaknya telah kembali menguasai beberapa daerah yang sempat lepas pada Minggu (27/9), dan menyebutkan bahwa Azerbaijan telah menggunakan artileri berat dalam melakukan serangan.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan pasukan Armenia menembaki Kota Terter.

Pihak berwenang Nagorno-Karabakh pada Minggu mengatakan bahwa 16 prajuritnya tewas dan lebih dari 100 lainnya cedera setelah Azerbaijan melancarkan serangan udara dan artileri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Saeno
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper