Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

September, Pemulihan Ekonomi China Melambat

Indeks agregat yang menggabungkan delapan indikator oleh Bloomberg bulan ini mengalami kontraksi, dibandingkan dengan ekspansi pada Agustus lalu. Penilaian itu menunjukkan pemulihan ekonomi China kehilangan kecepatan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 September 2020  |  11:33 WIB
Properti di Shenzhen, China, terlihat di latar belakang Taman Linhua./Bloomberg - Qilai Shen
Properti di Shenzhen, China, terlihat di latar belakang Taman Linhua./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Rebound ekonomi China menunjukkan tanda-tanda stagnan pada September, terbebani oleh penjualan rumah dan mobil yang lesu, pasar saham yang melemah dan kepercayaan bisnis yang memburuk.

Indeks agregat yang menggabungkan delapan indikator oleh Bloomberg bulan ini mengalami kontraksi, dibandingkan dengan ekspansi pada Agustus lalu. Penilaian itu menunjukkan pemulihan ekonomi China kehilangan kecepatan.

China telah melakukan pemulihan yang tidak merata, awalnya didorong oleh output industri yang kuat tetapi dengan data terbaru menunjukkan tanda-tanda bahwa konsumsi telah mulai mengejar ketertinggalan. Lonjakan pengeluaran yang kuat dan luas diperlukan untuk pemulihan ekonomi yang lebih dalam.

Penjualan rumah baru di empat kota terbesar di China melambat dalam tiga minggu pertama September, membalikkan kenaikan di bulan Agustus. Kepercayaan bisnis sedikit menurun setelah naik selama enam bulan berturut-turut, sementara ukuran ekspektasi naik lebih jauh ke wilayah pertumbuhan.

Menurut Standard Chartered Plc, yang mensurvei lebih dari 500 perusahaan kecil setiap bulan, laju ekspansi ekonomi sedikit melambat untuk usaha kecil pada September.

Meskipun pemulihan terus berlanjut, indikator momentum pertumbuhan berkurang dari sebulan lalu dan kinerja saat ini turun untuk pertama kalinya sejak Maret.

"Ini menunjukkan bahwa pemulihan terus berlanjut tanpa gangguan, meskipun ada tanda-tanda bahwa rebound berbentuk V kehilangan momentum. Pesanan baru UKM melambat pada September dan laju ekspansi kredit bank ke UKM juga berkurang," kata ekonom Shen Lan dan Ding Shuang dalam publikasinya, dilansir Bloomberg, Senin (28/9/2020).

Indeks manajer pembelian yang akan dirilis Rabu pekan ini diperkirakan menunjukkan akan sedikit meningkat untuk angka manufaktur sedangkan untuk nonmanufaktur diperkirakan moderat dari level Agustus.

Menurut Standard Chartered, ekspor untuk bisnis kecil tetap tangguh, dengan UKM berorientasi ekspor berkinerja lebih baik daripada UKM yang berfokus di dalam negeri pada bulan tersebut.

Sementara itu, prospek perdagangan global tetap lebih menggembirakan. Ekspor Korea Selatan dalam 20 hari pertama September naik 3,6 persen dari tahun sebelumnya, kenaikan pertama dalam data perdagangan awal sejak Maret. Pengiriman harian rata-rata dari Korea Selatan, menawarkan gambaran yang kurang optimistis, turun 9,8 persen karena periode tersebut memiliki dua hari kerja lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu.

Ekspor Korea Selatan berfungsi sebagai barometer perdagangan global karena perusahaannya terkait erat dengan rantai pasokan manufaktur global, dan merilis data dengan cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi china pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top