Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemulihan China Jadi Harapan Industri Otomotif Global

Penjualan mobil penumpang di ekonomi terbesar di Asia telah meningkat selama dua bulan, sementara pasar utama lainnya terus menyusut, dengan Eropa merosot 18 persen pada Agustus.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 25 September 2020  |  16:38 WIB
Foton Da Jiang Jun siap debut di Beijing Auto Show 2020, 16 September.  - ANTARA
Foton Da Jiang Jun siap debut di Beijing Auto Show 2020, 16 September. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring pemulihan ekonomi yang terus bergulir di China, negara itu menjadi tumpuan harapan bagi industri otomotif global. Penjualan mobil penumpang di ekonomi terbesar di Asia telah meningkat selama dua bulan, sementara pasar utama lainnya terus menyusut, dengan Eropa merosot 18 persen pada Agustus.

Menurut para peneliti termasuk S&P Global Ratings, China akan menjadi yang pertama bangkit kembali ke level volume 2019, meskipun akan berlangsung hingga 2022. Di sisi lain, China juga akan mempertahankan keunggulannya yang besar dan kuat atas Eropa dan AS.

Menjadi pasar mobil terbesar dunia sejak 2009, China masih dapat tumbuh di masa mendatang karena penetrasi yang relatif rendah dan kelas menengah yang berkembang. Namun, kehadiran industri mobil di negara itu tidak secara otomatis menjadi sebuah kesuksesan bagi raksasa global seperti Volkswagen AG, Toyota Motor Corp. dan Tesla Inc.

Merk mobil terkemuka itu harus bersaing dengan pesaing yang didukung Pemerintah China seperti SAIC Motor Corp., Zhejiang Geely Holding Group Co. dan NIO Inc. Perusahaan-perusahaan tersebut semakin agresif dalam mempertahankan pangsa pasar domestik sambil mengincar ekspansi ke luar negeri.

"China tidak hanya pulih, tetapi juga telah mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun dalam beberapa bulan terakhir. Produsen mobil asing sangat bergantung pada China untuk pertumbuhan yang menguntungkan," kata Bill Russo, pendiri dan CEO perusahaan penasihat Automobility Ltd. di Shanghai, dilansir Bloomberg, Jumat (25/9/2020).

Sementara itu, China menjadi tuan rumah pameran otomotif besar pertama di dunia pascapandemi mulai Sabtu pekan ini. Hampir semua merk global dari pabrikan pasar massal hingga merk mewah akan bersaing untuk mendapatkan perhatian selama 10 hari ke depan. Kendaraan listrik lokal seperti Xpeng Inc., yang terdaftar di New York bulan lalu dan menghadiri pertunjukan untuk pertama kalinya .

Pameran Otomotif Internasional Beijing 2020 berlangsung di New China International Exhibition Center, tempat yang digunakan untuk menyortir penumpang yang masuk selama pandemi. Dengan batasan seperti periode karantina untuk peserta asing, hanya sedikit eksekutif global yang akan hadir.

Namun karena Beijing melaporkan nol kasus virus baru selama sekitar 50 hari berturut-turut, pertunjukan tersebut akan terus berlanjut dan kompleks akan dipenuhi dengan kendaraan mencolok yang mencerminkan visi pembuat mobil untuk tahun-tahun mendatang. Sebanyak 82 model akan melakukan debut global di acara tersebut, 14 di antaranya dari pembuat mobil internasional.

"Fakta bahwa China bahkan mengadakan pameran otomotif pada 2020 adalah bukti bahwa situasi di sini stabil dan bahwa rebound pasar kemungkinan akan berkelanjutan," kata Russo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china industri otomotif beijing pandemi corona
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top