Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Corona Naik, Okupansi RS di Tangsel Mencapai 80 Persen

Dinkes Kota Tangerang Selatan mencatat lonjakan tertinggi kasus positif Covid-19 di wilayah tersebut terjadi pada Agustus 2020 yakni mencapai 200 kasus.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 September 2020  |  14:16 WIB
Penampakan hotel Patra Jasa Jakarta serta menjadikan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai Rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19. - Istimewa / Pertamina
Penampakan hotel Patra Jasa Jakarta serta menjadikan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai Rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19. - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menyiagakan 12 rumah sakit swasta dan satu rumah sakit umum sebagai rujukan dengan kapasitas 223 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Deden Deni mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penambahan pasien positif Corona di Tangsel.

“Hanya kemarin di awal-awal Agustus, kami sempat mengalami kesulitan untuk ruang ICU. Setiap hari kami laporkan untuk ketersediaan bed dan ICU, namun memang akhir-akhir ini mengalami peningkatan [kasus],” ujar Deden seperti dikutup dalam keterangan resmi yang dirilis Kementerian Kesehatan, Sabtu (26/9/2020).

Adapun, lonjakan tertinggi kasus positif Covid-19 di Tangsel terjadi pada Agustus 2020 yakni mencapai 200 kasus.

Sedangkan, pada 25 September 2020, tercatat sebanyak 1.078 kasus positif terjadi di Tangsel dengan perincian 914 sembuh, 110 dirawat, dan 54 meninggal.

Mengetahui kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan pun menerjunkan Tim Task Force yang dipimpin oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Rita Rogayah. Bersama tim, Rita memantau langsung kondisi di Tangsel dalam menangani pandemi.

“Kami ingin melihat langsung pelayanan kesehatan Kota Tangsel karena kami mendengar BOR [bed occupancy rate] untuk ruang isolasi di sini cukup tinggi. Jadi kita mengantisipasi jangan sampai pasien-pasien tidak mendapatkan ruangan,” kata Rita.

Data Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menunjukkan hingga saat ini persentase BOR atau tingkat keterisian tempat tidur berkisar 70 - 80 persen.

Rita menyampaikan, Pemkot Tangsel harus mendorong rumah sakit baik pemerintah maupun swasta untuk bersiap menambah kapasitas tempat tidur khusus Covid-19.

Lebih lanjut, pihaknya juga mendesak agar selain penguatan di sisi penanganan pasien positif, juga diperlukan penguatan dari segi pencegahan dengan aktif melakukan edukasi mengenai protokol kesehatan kepada masyarakat.

Sebagai informasi, RSUD Kota Tangerang Selatan melaporkan telah menyiagakan sebanyak 18 tempat tidur isolasi pasien dengan 13 tempat tidur di IGD, dan 3 tempat tidur di ruang IGD khusus ibu yang terkonfirmasi Covid-19, serta menyiapkan tenda didepan gedung RS untuk menyortir (triase) pasien Covid-19 dan non-Covid-19.

RSUD juga sudah menyiapkan gedung khusus yang baru selesai dibangun untuk menambah kapasitas ruang isolasi sebanyak 40 tempat tidur.

Sementara itu, RS Sari Asih Ciputat telah menyiapkan sebanyak 52 tempat tidur dan 2 ruang ICU, dimana kini telah terisi 49 orang, dengan perincian 25 orang terkonfirmasi positif Corona.

Disamping menyiagakan rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang-berat, Pemkot juga menyediakan fasilitas karantina bagi pasien bergejala ringan dan tanpa gejala yakni Rumah Lawan Covid-19 (RLC).

Fasilitas karantina tersebut yang memiliki kapasitas 150 tempat tidur dengan 28 tenaga kesehatan yang bertugas ini, dilaporkan telah teris sebanyak 76 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tangerang selatan rumah sakit Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top