Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ILO: Covid-19 Ciutkan Pendapatan Pekerja di Seluruh Dunia

Pendapatan global diperkirakan menurun sebesar 10,7 persen, atau US$ 3,5 triliun, pada kuartal pertama tahun 2020.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 September 2020  |  00:25 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Organisasi Perburuhan Dunia, ILO, menyatakan hilangnya jam kerja secara besar-besaran akibat pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pendapatan sangat signifikan di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan Pemantauan ILO: Covid-19 dan Dunia Kerja Edisi ke-6 yang diterima Bisnis, Kamis (24/9/2020), kehilangan jam kerja global pada sembilan bulan pertama 2020 jauh lebih besar dibandingkan perkiraan pada laporan edisi sebelumnya yang terbit 30 Juni 2020.

Pendapatan global diperkirakan menurun sebesar 10,7 persen, atau US$ 3,5 triliun, pada kuartal pertama tahun 2020, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Angka ini tidak termasuk bantuan pendapatan yang diberikan melalui berbagai upaya pemerintah.

Penurunan pendapatan terbesar terjadi pada negara-negara berpendapatan menengah ke bawah. Mereka kehilangan pendapatan hingga 15,1 persen. Kawasan Amerika yang paling terkena imbas mengalami kehilangan pendapatan sebesar 12,1 persen.

Sebagai contoh, perkiraan terbaru jam kerja yang hilang secara global pada kuartal-II 2020 jika dibandingkan dengan kuartal-IV 2019 adalah 17,3 persen atau setara dengan 495 juta pekerjaan penuh waktu berdasarkan 48 jam kerja per minggu.

Adapun, perkiraan sebelumnya adalah 14 persen, atau 400 juta pekerjaan penuh waktu.

Sementara pada kuartal-III 2020, kehilangan jam kerja global diprediksi sebesar 12,1 persen atau 345 juta pekerjaan penuh waktu.

Perkiraan untuk kuartal keempat semakin memburuk secara signifikan sejak diterbitkannya Pemantauan ILO terakhir.

Di bawah skenario dasar ILO, hilangnya jam kerja global diproyeksikan mencapai 8,6 persen pada kuartal-IV 2020 dibandingkan dengan kuartal-IV 2019 atau setara dengan 245 juta pekerjaan penuh waktu.

Angka tersebut meningkat dari perkiraan ILO sebelumnya sebesar 4,9 persen atau 140 juta pekerjaan penuh waktu.

Salah satu alasan perkiraan peningkatan jam kerja yang hilang ini adalah para pekerja di negara berkembang, terutama mereka yang berada di pekerjaan informal, lebih terkena dampak dibandingkan pada krisis sebelumnya,

Sementara banyak kebijakan penutupan ketat tempat kerja telah dilonggarkan, terdapat berbagai variasi di berbagai wilayah.

Sebanyak 94 persen pekerja berada di negara yang memberlakukan pembatasan di tempat kerja, dan 34 persen pekerja berada di negara yang menutup seluruh tempat kerja kecuali bisnis yang esensial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ilo covid-19 Work From Home
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top