Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Krisis Corona Meluas, IMF Minta G20 Perpanjang Penangguhan Utang

Inisiatif G20 yang disetujui pada April lalu akan berakhir pada akhir tahun, tetapi para ahli dan pejabat pemerintah di banyak negara telah mendukung untuk memperpanjangnya hingga 2021.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 September 2020  |  10:49 WIB
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS -  Bloomberg / Andrew Harrer
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS - Bloomberg / Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional atau IMF memperingatkan bahwa krisi virus Corona akan membebani sejumlah negara lebih lama dari yang diperkirakan. Perlu bertahun-tahun bagi negara-negara itu untuk kembali tumbuh.

Wakil Direktur Pelaksana Pertama Geoffrey Okamoto mengatakan para pejabat IMF sedang dalam pembicaraan dengan Kelompok 20 atau G20 untuk memperpanjang penangguhan utang bilateral resmi oleh negara-negara berpenghasilan rendah di bawah Inisiatif Penangguhan Layanan Debt (Debt Service Suspension Initiative / DSSI). Lembaga itu juga kembali menekankan bagaimana memulai program partisipasi sektor swasta.

Inisiatif G20 yang disetujui pada April lalu akan berakhir pada akhir tahun, tetapi para ahli dan pejabat pemerintah di banyak negara telah mendukung untuk memperpanjangnya hingga 2021. Keputusannya diharapkan akan keluar dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

"Kami mencoba untuk mempertahankan kekuatan finansial kami. Kami berbicara tentang kembali ke pertumbuhan yang akan memakan waktu beberapa tahun, dan banyak negara yang mungkin akan membutuhkan bantuan," kata Okamoto dilansir Channel News Asia, Kamis (24/9/2020).

IMF diketahui telah menyediakan sekitar US$90 miliar pembiayaan ke 79 negara, termasuk 20 di Amerika Latin, sejak dimulainya krisis kesehatan. Adapun ekonomi Amerika Latin dan Karibia adalah yang paling terpukul oleh pandemi. Kawasan itu melaporkan sekitar 8,4 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 314.000 kematian, tertinggi di dunia.

Sementara itu, perpanjangan penangguhan utang dapat muncul ketika para menteri keuangan dari negara maju Kelompok Tujuh atau G7 bertemu secara online pada Jumat pekan ini. Pada Agustus lalu, para menteri sepakat untuk mempertimbangkan perpanjangan DSSI.

Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lainnya telah mendesak G20 untuk memperluas upaya mereka untuk memasukkan negara-negara berpenghasilan menengah dan negara-negara pulau yang dilanda jatuhnya pariwisata.

Okamoto mengatakan masalah keberlanjutan utang menjadi prioritas utama bagi para pejabat IMF. Lembaga itu mencatat bahwa banyak negara di Amerika Latin mengalami kesulitan utang sebelum virus Corona yang telah memperburuk tekanan tersebut.

DSSI memberi IMF lebih banyak waktu untuk menilai gambaran utang penuh untuk negara-negara ini.

"Ini berlangsung lebih lama dari yang kami perkirakan dan itu akan sedikit mengubah dinamika dari apa yang kami anggap berkelanjutan dalam jangka panjang," ujarnya.

Dia mengatakan dana tersebut terus meminta negara kaya untuk mendanai dua program IMF tertentu yang memberikan pinjaman kepada negara-negara miskin.

Amerika Serikat, pemegang saham terbesar di IMF, telah mengisyaratkan harapannya untuk berkontribusi, tetapi sejauh ini belum ada dana yang disediakan untuk program-program tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang imf
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top