Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF: Tanpa Bantuan Pemerintah, Risiko Bangkrut UMKM Naik Tiga Kali Lipat

IMF kembali menekankan pentingnya peran bantuan pemerintah dalam meminimalisir risiko kebangkrutan UMKM.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  14:15 WIB
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS -  Bloomberg / Andrew Harrer
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS - Bloomberg / Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - The International Monetary Fund (IMF) mengingatkan kepada seluruh anggotanya tentang pentingnya menyediakan program pemulihan ekonomi yang mengutamakan UMKM dan bisnis menengah.

Pasalnya, menurut IMF, tanpa bantuan pemerintah risiko bangkrut bisnis kecil dan menengah bisa meningkat tiga kali lipat.

Riset yang dilakukan IMF terhadap 17 negara menyimpulkan bahwa rata-rata jumlah UMKM yang berpotensi bangkrut di setiap negara bisa meningkat jadi 12 persen. Padahal, sebelum pandemi, kemungkinan terparah cuma ada di 4 persen.

"Di antara negara-negara G20 terutama, program bantuan pajak dan ongkos keamanan serta perizinan, juga bantuan subsidi bunga pinjaman merupakan aspek penting," tulis IMF, Kamis (16/7/2020).

Bila survei dikerucutkan lagi ke sektor jasa, IMF bahkan menemukan bahwa risiko bisnis kecil yang bangkrut bisa mencapai 20 persen. Sektor jasa yang paling terancam adalah yang punya kaitan dengan seni, hiburan, rekreasi dan pendidikan. Sementara untuk sektor yang masih berkaitan dengan pertanian, perairan, dan daur ulang menurut IMF masih berpeluang besar menyelamatkan diri.

IMF juga mencatat bahwa sepertiga pelaku bisnis kecil di Kanada, Korea Selatan, Inggris dan Amerika khawatir tidak akan bisa beroperasi hingga tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm imf

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top