Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengusaha Sarankan 7 Terobosan Penanganan Covid-19 untuk Pemerintah

Tujuh insentif ini termasuk peningkatan rapid test, pemberian insentif bagi sektor strategis hingga pelonggaran birokrasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 September 2020  |  08:39 WIB
Erwin Aksa. - Bisnis/Dwi Prasetya
Erwin Aksa. - Bisnis/Dwi Prasetya


Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan adanya terobosan dari pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covid-19 pada era normal baru.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa mengatakan terdapat tujuh upaya yang bisa dilakukan agar masyarakat menyadari bahaya dari pandemi ini.

"Ada tujuh terobosan penting yang harus dijalankan pemerintah dalam kondisi new normal saat ini," katanya.

Erwin mengatakan pertama, meningkatkan jumlah rapid test hingga mencapai 200.000 tes per hari, yang dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia segera mungkin.

"Saat ini rapid test baru di angka 40.000 per hari, padahal angka orang yang terinfeksi Covid-19 kami perkirakan sudah mencapai jutaan orang," katanya.

Kedua, menurut dia, pemerintah fokus menangani wabah ini bersama dengan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk mencegah adanya klaster baru.

"Tuntaskan dulu Covid-19, baru ekonomi dibuka. Sebab jika secara berbarengan menjaga ekonomi sementara penularan masih tinggi, maka hasilnya bisa sangat merugikan," kata Erwin.

Ketiga, pemerintah harus segera menetapkan harga-harga alat penanganan kesehatan terkait Covid-19 yang terjangkau bagi masyarakat seperti biaya tes usap, masker, face shield, sarung tangan dan sebagainya.

"Jika harganya masih terlalu tinggi, pemerintah bisa segera mensubsidi bagi masyarakat yang membutuhkannya, sehingga kesehatan masyarakat menjadi hal terutama yang diperhatikan," katanya.

Keempat, tambah dia, dalam kondisi normal baru, pemerintah harus mendorong masyarakat agar serius memerhatikan kesehatan, salah satunya dengan melakukan tes usap dua minggu sekali.

Erwin menegaskan tes usap tersebut harus mengacu pada protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO, apalagi Indonesia anggota WHO.

Kelima, informasi akurat tentang Covid-19 dan upaya penanganannya harus terus-menerus disampaikan kepada masyarakat luas melalui berbagai pendekatan media sehingga lebih mudah dijangkau dan dimengerti.

Keenam, pemerintah perlu memikirkan langkah terobosan agar layanan publik tidak terganggu melalui adanya protokol di tingkat kementerian/lembaga agar gangguan birokrasi tidak terjadi.

Terakhir, pemerintah perlu mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang terimbas pandemi ini.

Pemberian BLT ini harus dilakukan beriringan dengan insentif bagi usaha-usaha sunset seperti sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran yang terdampak Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin pengusaha covid-19

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top