Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Isu Penghapusan Pelajaran Sejarah, Ini Pesan Fadli Zon untuk Nadiem

Fadli Zon berharap penyederhanaan kurikulum dimana isu penghapusan mata pelajaran Sejarah termasuk di dalamnya, harus dirancang dengan hati-hati oleh Kemendikbud.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 September 2020  |  14:11 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati masih sebatas wacana, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyayangkan rencana penghapusan mata pelajaran Sejarah dari kurikulum nasional.

"Meskipun baru berupa wacana, munculnya rencana penghapusan mata pelajaran sejarah sangatlah tidak tepat. Sebab, pendidikan sejarah merupakan instrumen pembentukan jati diri, identitas, serta memori kolektif kita sebagai bangsa. Sehingga, rencana penghapusan itu harus dibatalkan," cuitnya melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, secara normatif, kebijakan ini sangat bertentangan dengan semangat dan tujuan pendidikan nasional.

Lebih lanjut, Undang-Undang (UU) No.20/2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan tujuan tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.

"Nilai-nilai itu sejatinya terangkum di dalam pendidikan Sejarah. Historia magistra vitae, sejarah adalah guru kehidupan," cuit Fadli kemudian.

Dia pun berharap penyederhanaan kurikulum dimana isu penghapusan mata pelajaran Sejarah termasuk di dalamnya, harus dirancang dengan hati-hati.

"Selain itu, saya mau mengingatkan Mendikbud, sejarah bukan sekedar nama, tahun dan peristiwa masa lalu. Tapi sebuah “journey” atau perjalanan sebuah bangsa," imbuh Fadli.

Kendati demikian, Fadli tidak menampik bahwa seiring perkembangan zaman, penyederhanaan kurikulum memang dibutuhkan agar para peserta didik lebih adaptif pada kondisi kekinian.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan mata pelajaran Sejarah tidak akan dihilangkan dari kurikulum nasional.

"Tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi, atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional," ujar Nadiem dalam video yang diunggah akun resmi Twitter Kemendikbud @Kemdikbud_RI, Minggu (20/9/2020).

Menurut Nadiem isu penghapusan mata pelajaran Sejarah merupakan isi salah satu presentasi internal Kemendikbud yang bocor ke masyarakat terkait rencana penyederhanaan kurikulum.

Kemendikbud masih terus mengkaji rencana penyederhanaan kurikulum pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan kurikulum sejarah
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top