Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ant Group Naikkan Target IPO Jadi Rp515 Triliun

Perusahaan yang berafiliasi dengan Alibaba dan masih dikendalikan oleh Jack Ma tersebut akan mencetak rekor penawaran perdana tertinggi sepanjang masa jika terlaksana, mengalahkan rekor IPO Saudi Aramco senilai US$29 miliar.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 September 2020  |  13:08 WIB
Jack Ma meluncurkan Alipay sebagai alat transaksi dalam pasar daring pada tahun 20014. - Istimewa
Jack Ma meluncurkan Alipay sebagai alat transaksi dalam pasar daring pada tahun 20014. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Ant Group meningkatkan target penawaran umum perdana (IPO) di bursa saham Shanghai menjadi US$35 miliar (Rp515 triliun) setelah mempertimbangkan minat investor.

Perusahaan yang berafiliasi dengan Alibaba dan masih dikendalikan oleh Jack Ma tersebut akan mencetak rekor penawaran perdana tertinggi sepanjang masa jika terlaksana, mengalahkan rekor IPO Saudi Aramco senilai US$29 miliar.

Dilansir dari Bloomberg, target IPO ini berdasarkan kenaikan target kapitalisasi pasar menjadi US$250 miliar, dari perkiraan sebelumnya sebesar $ 225 miliar. Target IPO raksasa fintech China ini naik dari sebelumnya US$30 miliar.

Kapitalisasi pasar tersebut dapat melampaui Bank of America Corp., dan lebih dari dua kali lipat kapitalisasi Citigroup Inc. Di antara bank-bank AS, hanya JPMorgan Chase & Co. yang memiliki kapitalisasi lebih besar, yaitu US$300 miliar.

Ant Group telah mendapatkan persetujuan dari regulator bursa Shanghai pada hari Jumat (18/9/2020) untuk melaksanakan IPO. Rencana ini dilakukan di tengah hantaman sejumlah peraturan baru yang bertujuan untuk mengurangi risiko di sektor keuangan online China.

Regulator telah membatasi sumber pendanaan pinjaman kecil, membatasi suku bunga pinjaman, dan memberlakukan persyaratan modal dan lisensi baru pada Ant Group dan perusahaan sejenis lainnya.

Ant Group, yang tumbuh dari aplikasi pembayaran Alipay, sekarang mendapatkan sebagian besar pendapatannya penyaluran pinjaman konsumen, yang mendorong belanja konsumen China yang terus meningkat. Perusahaan juga menjalankan bisnis asuransi dan reksa dana pasar uang, selain menyediakan penilaian kredit dan layanan teknologi untuk industri keuangan.

Alipay memiliki 711 juta pengguna aktif yang sebagian besar berada dan mencatat nilai transaksi senilai US$17 triliun dalam 12 bulan hingga Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo jack ma
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top