Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minta Pengkritik Tak Nyinyir, Menko Luhut: Kami Juga Punya Otak!

Kalimat itu ditujukkan Luhut kepada sejumlah pihak yang acap kali bersuara lantang mengkritik upaya penanganan Covid-19 yang dijalankan pemerintah.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 18 September 2020  |  19:58 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis. com, JAKARTA — Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan secara terbuka mengeluarkan statemen yang terbilang keras saat mengadakan konferensi pers virtual terkait Penanganan Covid-19 di 8 Provinsi pada sore hari ini, Jumat (18/9/2020).

Kalimat itu ditujukkan Luhut kepada sejumlah pihak yang acap kali bersuara lantang mengkritik upaya penanganan Covid-19 yang telah dijalankan pemerintah selama satu semester terakhir.

“Saya sekali ngomong mungkin agak terlalu keras, jangan terlalu nyiyir kalau tidak mengerti masalah kalau perlu datang tanya sama kami. Kami kerja kok.  Kami juga punya otak, punya kekuatan dan tim yang bagus. Jadi, tidak usah merasa bahwa ini tidak bisa, Anda belum pernah dipekerjakan jadi tidak usah berkomentar kalalu belum paham,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut menyoroti urgensi peningkatan manajemen rumah sakit khususnya terkait penanganan bagi pasien positif Covid-19 yang berada di ruang ICU. Luhut beralasan angka kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sempat dirawat di ruang ICU terbilang tinggi .

Dengan demikian, dia mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan manajemen penanganan di Ruang ICU, pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), obat, peralatan dan metode terapi terkait peningkatan penanganan tersebut.

“Nanti malam kami akan ada Vidcal dengan Kemenkes karena mereka sedang menyiapkan kolaborasi dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada bagaimana menangani di ICU karena tingkat kematian yang tinggi itu ada di ICU,” kata Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menugaskan Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengawal perkembangan kasus virus Corona di 8 provinsi di Indonesia.

Wilayah yang bakal dikawal secara khusus ini melaporkan penambahan kasus harian lebih besar dibandingkan dengan yang lain.

“Bapak Presiden meminta dua minggu ini dikoordinasikan, dikonsentrasi di 8 wilayah yang terdampak lebih besar kenaikannya dan menugaskan Wakil Ketua Komite Bapak Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala Satgas Covid untuk memonitor dan sekaligus melakukan evaluasi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden secara virtual, Senin (14/9/2020).

Adapun, berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 13 September 8 provinsi dengan jumlah kumulatif kasus Covid-19 tertinggi adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatra Utara, Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Luhut Pandjaitan covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top