Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Akuisisi TikTok di AS, Oracle Bisa Akses Kode Sumber Aplikasi

Dengan akuisisi ini, Oracle akan dapat memeriksa semua kode sumber dari algoritma yang memutuskan video TikTok mana yang akan ditampilkan kepada pengguna AS.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 17 September 2020  |  14:22 WIB
Akuisisi TikTok di AS, Oracle Bisa Akses Kode Sumber Aplikasi
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Oracle Corp., perusahaan Amerika Serikat yang akan mengakuisisi operasi TikTok, akan mendapatkan akses penuh untuk meninjau kode sumber pada aplikasi video populer itu.

Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, hal itu untuk memastikan tidak ada celah yang dapat digunakan perusahaan induk untuk mengumpulkan data 100 juta pengguna TikTok di AS.

Detail baru ini menjelaskan peran Oracle dalam kemitraan yang lebih dari sekadar cloud dan data server. Oracle akan dapat memeriksa semua kode sumber dari algoritma yang memutuskan video TikTok mana yang akan ditampilkan kepada pengguna AS.

Perusahaan induk TikTok, ByteDance Ltd. dan Oracle telah mengirimkan rincian ini dalam proposalnya kepada pemerintahan Donald Trump, menghindari penutupan operasi yang akan berlaku pada 20 September mendatang. Perintah eksekutif Trump bulan lalu mengatur ancaman penutupan aplikasi dengan alasan keamanan data.

Menurut sumber tersebut, ketentuan dalam perjanjian tampaknya tidak menyentuh isu keamanan nasional yang diungkapkan oleh pejabat pemerintah termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Pompeo, Jaksa Agung William Barr dan anggota administrasi lainnya telah berbicara langsung dengan eksekutif Oracle.

Beijing sejauh ini cenderung tidak menentangnya karena perjanjian tidak melibatkan transfer algoritma ByteDance, yang baru-baru ini memberlakukan pembatasan ekspor secara khusus. Namun demikian, Trump mengatakan tidak menyetujui gagasan ByteDance tetap memegang kendali utama TikTok.

"Secara konseptual, saya tidak suka itu. Saya tidak siap untuk menandatangani apa pun. Saya harus melihat kesepakatannya," kata Trump dilansir Bloomberg, Kamis (17/9/2020).

Terlepas dari kenyataan bahwa investor AS secara kolektif memiliki sekitar 40 persen ekuitas ByteDance, tekanan Trump terhadap perusahaan China itu tetap kuat.

Adapun sisa saham dimiliki oleh pendiri Zhang Yiming, karyawan ByteDance, dan investor non-AS.

Adapun dalam proposal tersebut, ByteDance berencana membuat perusahaan baru untuk operasi TikTok di AS. ByteDance akan tetap menjadi pemilik mayoritas, tetapi memberikan saham minoritas kepada Oracle dan investor AS lainnya.

Di bawah kesepakatan yang diusulkan, TikTok juga akan menyewa dewan independen yang disetujui oleh pemerintah AS. Perusahaan baru yang berbasis di AS itu akan diawasi oleh pihak ketiga yang akan melapor kepada pemerintah AS. Artinya jika Beijing menemukan cara untuk menyusup ke kode TikTok di AS, Oracle dan dewan independen dapat mengantisipasinya.

Proposal tersebut juga menyerukan perusahaan yang baru dibentuk itu untuk mempekerjakan 25.000 warga AS dalam berbagai pekerjaan mulai dari moderasi konten, teknik, produk, dan pemasaran.

Namun, perusahaan tidak akan membuat ulang algoritma yang telah digunakan ByteDance selama bertahun-tahun. ByteDance masih memiliki visibilitas ke dalam algoritma, tetapi Oracle akan dapat memantau aliran data dan meninjau serta menyetujui semua pembaruan kode.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oracle TikTok
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top