Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Pemerintah Siapkan 15 Hotel Corona di DKI Jakarta

Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan 15 hotel bintang dua dan tiga di Jakarta dengan kapasitas 3.000 orang.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 14 September 2020  |  14:17 WIB
Ilustrasi-Suasana Wisma Atlet Kemayoran dilihat dari Danau Sunter, Jakarta, Selasa (25/8/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Ilustrasi-Suasana Wisma Atlet Kemayoran dilihat dari Danau Sunter, Jakarta, Selasa (25/8/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah telah menyiapkan hotel untuk pasien virus Corona yang bergejala ringan di provinsi DKI Jakarta.

Pasien bergejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) tidak lagi boleh melakukan isolasi mandiri karena berpotensi menular kepada keluarga.

“Ada 15 hotel bintang dua dan tiga di Jakarta dengan kapasitas 3.000. kita telah kerja sama,” kata Presiden dalam pembukaan rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Jokowi juga memastikan ketersediaan tempat tidur dan ICU di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jakarta.

Dia meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan tenaga kesehatan dalam menangani pasien dengan kasus berat.

"Untuk kasus-kasus yang berat, saya minta Menkes segera melakukan audit dan koreksi protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di seluruh rumah sakit, sehingga rumah sakit betul-betul menjadi tempat aman dan tidak menjadi klaster penyebaran Covid," ucap Jokowi.

Usai rapat terbatas, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatkan pemerintah telah berupaya menambah kapasitas ICU untuk hampir 40 rumah sakit rujukan Covid-19, terutama milik pemerintah pusah dan BUMN.

“Jadi kekhawatiran bahwa tanggal 17 September yang akan datang itu RS penuh semua, mudah-mudahan bisa kita atasi dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota dengan alasan ketersediaan fasilitas kesehatan tidak sebanding dengan penambahan pasien Covid-19.

“Bila situasi ini berjalan terus, data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi tanggal 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak bisa menampung pasien Covid-19 lagi dan ini waktunya tinggal sedikit,” kata Anies saat mengumumkan rencana penerapan PSBB pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top