Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pilkada 2020 : Menguji Kemujaraban Titel Dokter di Kabupaten Jember

eorang bakal calon wali kota dalam Pilwalkot Pematangsiantar 2020 sengaja memilih tandem seorang dokter karier. Salah satu alasannya, dokter disebut lebih mudah menangani pandemi ketika kelak memerintah.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 03 September 2020  |  15:07 WIB
Pilkada 2020 : Menguji Kemujaraban Titel Dokter di Kabupaten Jember
Jumlah APBD Kabupaten Jember dan sebaran kursi di DPRD Kabupaten Jember
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Di masa pandemi Covid-19, peran dokter semakin terasa. Secara politik, dokter pun memiliki nilai jual tersendiri.

Sebagai contoh, seorang bakal calon wali kota dalam Pilwalkot Pematangsiantar 2020 sengaja memilih tandem seorang dokter karier. Salah satu alasannya, dokter disebut lebih mudah menangani pandemi ketika kelak memerintah.

Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pemimpin daerah berlatar belakang dokter bukan lagi wacana. Nama dokter itu adalah Faida. Ketika Presiden Joko Widodo hendak membentuk Kabinet Indonesia Maju, nama Faida sempat disebut masuk dalam bursa.

Faida yang bersanding dengan Muqit Arief terpilih dalam Pilbup Jember 2015. Pasangan tersebut memperoleh 525.519 suara atau 53,76% dari total suara sah.

Bupati Faida hendak maju kembali dalam Pilbup Jember 2020. Apakah latar belakang dokter itu mujarab untuk memikat rakyat masih perlu dibuktikan langsung dalam pemilihan.

Meski demikian, elite politik di Jember sudah terlanjur tidak suka dengan perempuan berusia 52 tahun tersebut. Pada 22 Juli 2020, DPRD Jember memakzulkan Faida karena dituding melakukan sejumlah pelanggaran jabatan.

Proses pemakzulan kepala daerah masih berlanjut di Mahkamah Agung. Adapun, keputusan pemberhentian berada di tangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menyadari sulitnya dukungan partai politik, Faida menggunakan tiket jalur independen guna mengikuti Pilbup Jember 2020. Ternyata mudah bagi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mendapatkan dukungan rakyat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember pun meloloskan Faida bersama pasangan barunya, Dwi Arya Nugraha Oktavianto. Kini tinggal partai-partai politik mencari jagoan untuk melawan Faida.

Kemendagri mencatat populasi Jember pada 2017 sebanyak 2,62 juta jiwa. Jember merupakan kabupaten berpenduduk terbesar kedua dalam Pilkada 2020 setelah Kabupaten Bandung.

Pada Pemilu 2019, daftar pemilih tetap (DPT) Jember sebanyak 1,86 juta orang. Adapun, jumlah pemilih Pilbup 2020 masih dimutakhirkan oleh KPU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilkada Pilkada Serentak jember Pilkada 2020
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top