Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

23 Cerita Anak Tentang Corona, Yuk Berdonasi untuk Bantu Cetak

Proses penyebaran buku 23 Cerita Anak Nusantara tentang Corona belum dapat dilakukan karena membutuhkan dana untuk proses cetaknya.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  08:41 WIB
Poster buku Ceritaku Ceritamu edisi Corona - Istimewa
Poster buku Ceritaku Ceritamu edisi Corona - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya sedang merencakan kerja sosial berupa penerbitan buku anak dengan tema virus Corona yang akan dibagikan ke berbagai komunitas secara gratis.

Menurut Inge Ariani Safitri atau Kak Inge, salah satu anggota komunitas tersebut, buku ini ditulis 23 anak-anak dari berbagai wilayah Nusantara.

"Dari Banda Aceh, sampai Kaimana nulis pengalaman mereka selama pandemi," tutur Kak Inge, Minggu (30/8/2020) malam.

Ia menambahkan ada anak dari Sumba, Anambas, juga Sorowako ikut menyumbangkan karyanya dalam kumpulan buku tersebut.

Kak Inge melanjutkan, untuk ilustrasi Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya bekerja sama dengan Kelas illustrasi ITB.

"Rencana mau dicetak dan dibagikan gratis ke anak-anak di Indoensia lewat komunitas anak di daerah. Pembiayaan secara swadaya, kami memakai platform kitabisa.com untuk menggalang dana. Tujuannya cuma sampe bisa cetak buku dan membagikan sebanyak-banyaknya buat anak-anak di berbagai daerah," ujar Kak Inge. 

Inge menambahkan, informasi lebih jelas bisa dilihat di IG @kumpuldongengsby dan @klubliterasianak.

Berdasarkan penelusuran Bisnis.com di situs web kitabisa.com program penggalangan dana yang mengajak masyarakat untuk membantu mencetak dan menyebarkan buku Ceritaku Ceritamu baru mendapat 27 donasi.

Hingga Senin (31/8/2020), total donasi terkumpul sebesar Rp3.901.737 dari target  Rp30.000.000, sementara waktu tayang program donasi ini tinggal 12 hari lagi.

Dalam pengantar penggalangan dana di kitabisa.com disebutkan, terkait wabah Corona, anak-anak memiliki pengalaman tersendiri dalam memandang pandemi dan perubahan di sekitarnya. Seperti, merasa bosan belajar di rumah, rindu bertemu teman, tantangan mendapatkan sinyal internet, mendapatkan banyak keterampilan baru selama di rumah, apa harapannya, dan sebagainya.

"Kami dari Kumpul Dongeng Surabaya bekerjasama dengan Klub Literasi Anak berupaya untuk mengumpulkan tulisan anak-anak Indonesia. Tulisan mereka berisi pengalaman, perasaan, kendala, semangat, serta harapan dalam menghadapi masa pandemi. Anak-anak yang berpartisipasi berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai Banda Aceh hingga Papua," demikian tertulis di pengantar penggalangan dana tersebut.

Komunitas ini berkolaborasi dengan Mahasiswa DKV ITB untuk mengilustrasikan setiap cerita. Sampai akhirnya, buku ini pun menjadi sebuah karya yang menarik.

"Sayangnya, proses penyebaran buku ini belum dapat dilakukan karena membutuhkan dana untuk proses cetaknya. Oleh karenanya, kami mengajak teman-teman semua untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana agar buku ini dapat dicetak dan disebarluaskan ke berbagai daerah secara gratis sebagai program sosial. Harapan terbesar kami, buku ini bisa menyemangati anak-anak lainnya bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi pandemi ini," ujar pihak Kumpul Dongeng Surabaya.

Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk pencetakan dan penyebaran 500 eksemplar buku Ceritaku Ceritamu (23 Kisah Corona dari Seluruh Nusantara) dengan spesifikasi buku berilustrasi, soft cover, berukuran 17 cm x 25 cm, dan ketebalan 164 halaman.

Tertarik jadi donatur, yuk sama-sama.

Selengkapnya silakan klik https://kitabisa.com/campaign/bukucorona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penulis buku anak Virus Corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top