Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Insiden Portland Jadi Titik Pertengkaran Trump vs Biden

Dalam serangkaian pesan di Twitter kemarin, Trump mengatakan bahwa "Portland tidak akan pernah pulih karena wali kota yang bodoh".
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  10:22 WIB
Ilustrasi Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020 - Istimewa
Ilustrasi Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump dan saingannya di Pilpres AS 2020 dari Partai Demokrat, Joe Biden bertengkar soal  aksi kekerasan yang menelan korban tewas di Portland, Oregon.

Trump menyalahkan Wali Kota Portland dari Partai Demokrat, Ted Wheeler, karena dituduh membiarkan "kematian dan kehancuran kotanya".

Namun, Biden mengatakan presiden "dengan ceroboh telah mendorong aksi kekerasan".

Seorang pria ditembak mati di Portland pada Sabtu (29/8/2020), saat pelaku unjuk rasa pro-Trump bentrok dengan pengunjuk rasa Black Lives Matter yang membela kematian warga kulit hitam.

Portland telah menjadi titik nyala untuk demonstrasi menentang kebrutalan polisi dan rasisme sejak pembunuhan polisi terhadap George Floyd, warga AS  keturunan Afrika-Amerika di Minneapolis pada 25 Mei 2020 yang memicu gelombang kemarahan nasional dan internasional.

Wali Kota Wheeler meingatkan adanya  orang-orang yang datang ke kota itu untuk melakukan aksi balas dendam akibat maraknya posting media sosial.

"Bagi Anda yang mengatakan di Twitter pagi ini bahwa Anda berencana datang ke Portland untuk melakukan pembalasan, saya meminta Anda untuk menjauh," katanya.

Dia juga membalas kritik Trump, dengan mengatakan bahwa Presiden AS-lah yang telah "menciptakan kebencian dan perpecahan".

"Saya akan menghargai jika presiden mendukung kami atau tidak ikut campur," katanya seperti dikutip BBC.com, Senin (31/8/2020).

Sementara itu, beberapa aktivis menyerukan pengunduran diri sang walikota dengan mengatakan dia tidak mampu menyelesaikan aksi protes.

Dalam serangkaian pesan di Twitter kemarin, Trump mengatakan bahwa "Portland tidak akan pernah pulih karena  wali kota yang bodoh".

Dia kemudian menyarankan pengiriman pasukan federal ke kota tersebut, dan menuduh Biden "tidak mampu memimpin".

Sedangkan dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan: "[Trump] mungkin percaya tentang hukum dan ketertiban yang membuatnya kuat, tetapi kegagalannya untuk meminta pendukungnya untuk berhenti mencari konflik menunjukkan betapa lemahnya dia."

Hukum dan ketertiban adalah tema utama kampanye sebagai upaya Presiden Trump untuk terpilih kembali.

Dia menggambarkan Demokrat dan kandidat mereka Joe Biden sebagai orang yang lunak dalam kejahatan.

Sebelumnya, penjabat Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, Chad Wolf mengatakan para pejabat Demokrat di Portland telah membiarkan "pelanggaran hukum dan kekacauan" berkembang.

"Semua pilihan ada di meja untuk menyelesaikan situasi," ujarnya.

Demokrat menanggapi dengan mengatakan kekerasan terjadi di bawah kepresidenan Trump dan menuduh pemimpin AS telah memperburuk situasi dengan retorikanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pilpres as 2020 Joe Biden
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top