Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bandel, Kedai Kopi ini Dipasangi Spanduk Kawasan tak Patuh Protokol

Kedai Kopi Ampirono di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini harus menerima kenyataan pahit ketika dipasangi banner atau spanduk 'Kawasan Tidak Patuh Protokol Kesehatan', karena sudah diedukasi delapan kali tetapi tak diindahkan dan membiarkan kerumunan pengunjung.
Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  14:34 WIB
Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran (kanan) bersama Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito berfoto di depan banner kawasan tidak patuh protokol kesehatan yang ditempel di Kopi Ampirono, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Sabtu (29/8).  - FOto: Satpol PP Kulonprogo
Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran (kanan) bersama Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito berfoto di depan banner kawasan tidak patuh protokol kesehatan yang ditempel di Kopi Ampirono, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Sabtu (29/8). - FOto: Satpol PP Kulonprogo

Bisnis.com, KULONPROGO - Kedai Kopi Ampirono di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini harus menerima kenyataan pahit ketika dipasangi banner atau spanduk 'Kawasan Tidak Patuh Protokol Kesehatan', karena sudah diedukasi delapan kali tetapi tak diindahkan dan membiarkan kerumunan pengunjung.

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kulonprogo memasang spanduk bertuliskan Kawasan Tidak Patuh Protokol Kesehatan dalam kegiatan Operasi Patuh Protokol Kesehatan Covid-19 di Kedai Kopi Ampirono, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Sabtu (29/8/2020).

Pemasangan spanduk yang dilakukan bersama jajaran Dinas Pariwisata Kulonprogo, TNI, Polri dan instansi terkait ini sebagai peringatan untuk Kedai Ampirono karena telah melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti tidak diterapkannya physical distancing dan membiarkan adanya kerumunan.

Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran mengatakan pihaknya selaku bidang Pengamanan dan Penegakan Perundang-undangan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo sudah beberapa kali mengedukasi pengelola kedai Ampirono tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan di tempat tersebut. Namun menurutnya hal itu tidak pernah diindahkan.

Oleh karena itu Satpol PP memberikan peringatan kepada pengelola kedai berupa pemasangan spanduk Kawasan Tidak Patuh Protokol Kesehatan.

"Karena sudah delapan kali kita edukasi manajer Kopi Ampirono tapi tidak diindahkan, maka kami mengambil keputusan untuk memberikan warning dengan pemasangan banner tersebut," ucap Sumiran kepada awak media, Minggu (30/8), seperti dilaporkan Harianjogja.com, Senin (31/8/2020)..

Selain itu operasi patuh protokol kesehatan berujung pemasangan banner Kawasan Tidak Patuh Protokol Kesehatan di Kedai Kopi Ampirono ini juga dilandasi adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan tidak diterapkannya protokol kesehatan di tempat tersebut.

"Ya ini juga menindaklanjuti Laporan dari warga masyarakat terkait dugaan adanya pelanggaran protokol kesehatan terutama ditekankan soal physical distancing," ujar Sumiran.

Sekretaris Satpol PP Kulonprogo, Hera Suwanto mengatakan pemasangan banner ini merupakan peringatan keras kepada pemilik kedai Ampirono. Jika ke depan tidak ada perubahan, maka pihaknya mengancam bakal menutup sementara cafe tersebut sampai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 benar-benar diterapkan.

"Untuk selanjutnya akan dilakukan pemantauan, jika tidak ada perubahan ya nanti akan ditutup," ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan penertiban ini sudah sesuai dengan kebijakan Pemkab Kulonprogo dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pihaknya menyatakan bakal menindak tegas pelaku usaha wisata yang melanggar protokol kesehatan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulon progo Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top