Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahli Waris ABK WNI yang Meninggal di Long Xing 629 Terima Haknya

Kemenlu menegaskan telah mendorong dan memfasilitasi pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan Alm SP dan Alm AR.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  13:06 WIB
Ilustrasi - Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020). Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO - Hasnugara
Ilustrasi - Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020). Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO - Hasnugara

Bisnis.com, JAKARTA - Para ahli waris dari anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang meninggal ketika bekerja di kapal ikan Long Xing 629 dilaporkan telah menerima seluruh haknya.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Sabtu (29/82020), hak-hak tersebut dipenuhi oleh PT KBS dalam dua pertemuan yakni pada 13 Mei dan 27 Agustus 2020 di Kementerian Luar Negeri. PT ABS merupakan agen penyalur para ABK di Pemalang, Jawa Tengah, 

Kemenlu menegaskan telah mendorong dan memfasilitasi pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan Alm SP dan Alm AR. Keduanya adalah ABK WNI di kapal ikan berbendera China, Long Xing 629, yang meninggal dunia pada Desember 2019 dan Maret 2020. 

"Seluruh hak berupa gaji, deposit, santunan dan asuransi telah diberikan kepada ahli waris Alm S dan Alm AR secara penuh sesuai PP No. 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan," demikian tertulis dalam keterangan resmi Kemenlu.

Pemenuhan hak tersebut dilaporkan terlaksana berkat kerjasama Kemenlu dan Kementerian/Lembaga terkait serta Serikat Pekerja Perikanan Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat empat ABK WNI yang bekerja di kapal Long Xing 629 yang meninggal. Tiga orang di antaranya meninggal di atas kapal sehingga jenazahnya dilarung di laut lepas. Adapun satu orang meninggal di rumah sakit di Busan, Korea Selatan.

Kejadian ini menimbulkan kecurigaan dari pihak pemerintah Indonesia terkait dengan kehidupan di atas kapal yang tidak layak hingga menyebabkan kematian ABK WNI.

Hal serupa juga ditemukan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau Arie Dharmanto pada kasus dua ABK WNI yang melompat dari kapal Fu Lu Qing Yuan Yu 901 ke perairan Pulau Karimun.

"Ini menyayat hati kita di mana anak bangsa yang notabene menambah devisa, tetapi diperlakukan semena-mena oleh perusahaan kapal ikan tersebut," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni kemenlu abk
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top