Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Donald Trump Disebut Tak Kebal Hukum dan Wajib Buka Laporan Pajak

Hal itu ditegaskan Jaksa Distrik Manhattan Cyrus Vance kepada pengadilan pada Kamis (27/8/2020).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  19:12 WIB
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan pajak Presiden Donald Trump diklaim dapat diakses oleh otoritas hukum lantaran orang nomor wahid di Amerika Serikat itu seharusnya tidak kebal hukum.

Hal itu ditegaskan Jaksa Distrik Manhattan Cyrus Vance kepada pengadilan pada Kamis (27/8/2020). Dia mengatakan Trump tidak dapat membuat dirinya kebal hukum atas kasus dugaan pidana pada praktik bisnisnya dengan mengajukan banding ke pengadilan.

Menurut Vance, upaya banding itu tidak akan berhasil. Vance meminta Pengadilan Banding Tingkat Dua AS di wilayah Manhattan untuk menolak upaya Trump membatalkan surat pemanggilan terhadap perusahaan akuntan, Mazars USA, yang mengurusi laporan pajak sang presiden selama delapan tahun.

Trump punya waktu sampai Senin untuk menanggapi pendapat jaksa lewat pernyataan tertulis. Persidangan untuk membahas kasus itu dijadwalkan berlangsung pada 1 September.

Presiden Trump, politisi Partai Republik, telah berupaya membatalkan surat pemanggilan itu selama setahun. Trump juga telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung, tetapi lembaga itu bulan lalu menolak opini hukum Trump, yang mengatakan dia kebal hukum selama menjabat sebagai presiden.

Trump kemudian menyebut surat panggilan yang dilayangkan Vance berlebihan dan memuat niat buruk. Dokumen itu, menurut Trump, mirip dengan surat pemanggilan yang dilayangkan oleh anggota kongres dari Partai Demokrat.

Trump juga menyebut langkah Vance sebagai upaya mencari-cari kesalahan. Dia mengatakan dirinya akan terus mengajukan banding sampai ke Mahkamah Agung.

Namun, lewat dokumen yang dia serahkan ke pengadilan, Vance mengatakan upaya Trump yang terus menempuh jalur hukum menyebabkan dia kebal hukum untuk sementara waktu, klaim yang disanggah oleh pengadilan federal di semua tingkat, dengan membiarkan dewan juri tidak dapat melihat laporan pajaknya.

Dia juga mengatakan penyerahan laporan pajak tidak akan membahayakan Trump, mengingat juri telah disumpah untuk merahasiakan keseluruhan informasi di persidangan. Vance menyebut enam presiden AS sebelumnya merilis laporan pajak mereka secara terbuka.

Hakim Distrik Victor Marrero pada 20 Agustus kembali menolak permintaan Trump, yang ingin membatalkan surat pemanggilan kejaksaan. Marrero sebelumnya menolak anggapan Trump yang menyebut dirinya kebal hukum.

“Kontroversi ini membutuhkan sistem hukum yang adil agar dapat selesai,” tulis Marrero dalam surat putusannya, sebagaimana dikutip oleh Vance.

Banyak pihak berpendapat laporan pajak Trump kemungkinan tidak akan terbuka untuk publik sampai sebelum pemilihan presiden pada 3 November 2020.

Vance setuju untuk tidak melayangkan surat pemanggilan sampai dua hari setelah pengadilan banding memutuskan permintaan Trump agar proses hukum dihentikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Donald Trump

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top