Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TikTok Layangkan Gugatan Lawan Larangan Trump Hari Ini

TikTok tidak setuju dengan kekhawatiran yang diangkat oleh Donald Trump dalam perintah eksekutif pada 6 Agustus untuk melarang aplikasi tersebut beroperasi di AS dalam 45 hari.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  08:25 WIB
Antarmuka aplikasi berbagi konten video TikTok
Antarmuka aplikasi berbagi konten video TikTok

Bisnis.com, JAKARTA - TikTok berencana untuk mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Trump hari ini, Senin (24/8/2020), terkait dengan perintah eksekutif tentang rencana pemblokiran operasi perusahaan di AS.

TikTok mengatakan pihaknya sangat tidak setuju dengan kekhawatiran yang dilayangkan oleh Donald Trump dalam perintah eksekutif pada 6 Agustus untuk melarang aplikasi tersebut beroperasi di AS dalam 45 hari. Trump kemudian juga memberi perusahaan itu tenggat waktu 90 hari untuk melepaskan operasinya di AS.

"Apa yang kami temui adalah kurangnya proses hukum karena Pemerintah tidak memperhatikan fakta dan mencoba memasukkan dirinya ke dalam negosiasi antara bisnis swasta," kata juru bicara TikTok dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Senin (24/8/2020).

Dia melanjutkan, untuk memastikan bahwa aturan hukum tidak diabaikan dan perusahaan serta pengguna diperlakukan dengan adil, TikTok memutuskan membawa perkara ini ke meja hijau.

TikTok tidak mengatakan pengadilan mana yang akan digunakan. Perusahaan itu juga menambahkan bahwa mereka mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah AS selama hampir satu tahun.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan perintah di bawah undang-undang 1977 yang memungkinkan presiden AS mengumumkan keadaan darurat nasional sebagai tanggapan atas ancaman yang tidak biasa dan luar biasa, yang memungkinkannya untuk memblokir transaksi dan menyita aset.

TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance Ltd. yang berbasis di China, telah menyatakan kesiapan menjual operasinya di AS dan beberapa negara lain. Microsoft Corp telah secara terbuka mengonfirmasi minatnya untuk membeli bisnis TikTok di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Perusahaan lain, termasuk Oracle Corp. dan Twitter Inc., juga muncul sebagai calon penawar.

Sementara itu, secara terpisah, gugatan karyawan TikTok terhadap larangan AS yang diusulkan, terlepas dari tanggapan hukum resmi perusahaan, didanai melalui kampanye crowdfunding.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gugatan Donald Trump TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top