Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas PEN: Penyaluran Banpres Produktif Telah Mencapai Rp2,4 Triliun

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin menyatakan penyaluran Banpres Produktif untuk UMK telah mencapai Rp2,4 triliun dalam sepekan terakhir.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  16:01 WIB
Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/7 - 2020) / Youtube Setpres.
Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/7 - 2020) / Youtube Setpres.

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menyatakan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) Produktif kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) telah mencapai Rp2,4 triliun dalam sepekan terakhir.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa proses penyaluran Banpres Produktif akan berjalan cepat dalam satu hingga dua bulan ini, karena bantuan tersebut diberikan secara langsung.

"Dalam satu minggu saja sudah ada sekitar Rp2,4 triliun yang disalurkan khusus untuk bantuan produktif mikro ini," kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Lebih lanjut, dia menyatakan bantuan ini sudah disalurkan kepada 1 juta pelaku UMK di Jakarta yang kemudian dilanjutkan di Aceh dan Yogyakarta.

Adapun, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp22 triliun untuk 9,1 juta pelaku UMK guna membantu menggerakkan ekonomi negara di kuartal III.

Terkait Banpres Produktif, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para penerima bantuan agar memanfaatkannya hanya untuk mengembangkan usaha.

Pada hari ini, Presiden Jokowi juga menyerahkan Banpres Produktif kepada UMK di Yogyakarta.

Di hadapan pelaku UMK, Presiden menyatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan semua jurus untuk menekan dampak dari pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional.

"Memang kondisinya tidak gampang dan tidak mudah. Pemerintah karena Covid-19 ini telah mengeluarkan semua jurus," kata Presiden dalam acara Penyerahan Banpres Produktif Usaha Mikro di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat (28/8/2020).

Jokowi menjelaskan, jurus yang dimaksud adalah beragam jaring pengaman sosial berupa BLT Dana Desa, bantuan sosial tunai, diskon tarif listrik, subsidi bunga, bantuan sembako, hingga subsidi gaji yang baru saja diluncurkan kemarin.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan presiden (Banpres) produktif yang ditujukan kepada para pelaku UMK yang nilainya masing-masing sebesar Rp2,4 juta.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Banpres produktif untuk usaha mikro adalah hibah, bukan pinjaman. Dengan demikian para pelaku usaha tidak memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan uang yang telah diterima.

“Sekali lagi Banpres Produktif ini perlu saya sampaikan ini adalah hibah, bukan pinjaman, bukan kredit tapi hibah,” ujarnya.

Jokowi berpesan kepada para penerima agar Banpres digunakan untuk keberlanjutan usaha, bukan untuk hal yang bersifat konsumtif dan tidak bermanfaat. Dia juga mengingatkan para pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umk modal usaha Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top