Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen Chip Eropa Rentan Terdampak Perang Teknologi AS dengan Huawei

Eropa terjebak di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China. Negara-negara di blok tersebut dipaksa untuk menyeimbangkan hubungan dengan sekutu keamanan penting dan mitra dagang global mereka.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  15:37 WIB
Logo Huawei Technologies Co. berada di atas gedung perkantoran di Dongguan, China, Kamis (23/5/2019). Bloomberg - Qilai Shen
Logo Huawei Technologies Co. berada di atas gedung perkantoran di Dongguan, China, Kamis (23/5/2019). Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen semikonduktor Eropa memang tidak terlalu bergantung pada perangkat lunak Amerika Serikat untuk chip yang dipasok ke Huawei Technologies Co. Namun demikian, perusahaan-perusahaan seperti STMicroelectronics NV dan AMS AG masih dapat menerima pukulan dari pengetatan pembatasan Washington kepada Huawei.

Departemen Perdagangan AS pekan lalu mengatakan akan mewajibkan perusahaan asing untuk mendaftarkan lisensi jika mereka ingin memasok produk berbasis teknologi AS tertentu kepada Huawei. Produksi handset perusahaan-perusahaan tersebut kemungkinan akan terganggu jika komponen lainnya menggunakan suku cadang atau kekayaan intelektual AS.

"Jika Huawei tidak dapat mencari suku cadang lain untuk ponsel mereka, maka wajar untuk mengasumsikan bahwa STMicro dapat memperoleh pendapatan hingga 6 persen," kata broker Liberum, dilansir Bloomberg, Kamis (27/8/2020).

Eropa terjebak di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China. Negara-negara di blok tersebut dipaksa untuk menyeimbangkan hubungan dengan sekutu keamanan penting dan mitra dagang global mereka. Inggris telah memutuskan untuk melarang Huawei dari infrastruktur 5G menyusul tekanan kuat dari Washington.

Sementara itu untuk saat ini, langkah-langkah AS belum berdampak besar dalam penjualan ponsel pintar Huawei. Pemulihan di China telah membantu perusahaan untuk meningkatkan pangsa pasar global yang menyusut karena pandemi virus corona.

AMS yang berbasis di Austria tidak memerlukan perangkat lunak atau peralatan AS untuk membuat produknya, seperti komponen penginderaan 3D. Namun, pembatasan AS masih akan berdampak jika pengiriman telepon pintar Huawei terpangkas.

AMS mengatakan sedang menilai situasi hukum seputar pembatasan terbaru AS.

"Kami tidak dapat berspekulasi pada saat ini sejauh mana mereka dapat berlaku untuk produk kami," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. Sedangkan STMicro sedang mengevaluasi amandemen baru atas aturan tersebut dan akan mematuhinya.

Infineon Technologies AG, salah satu pembuat chip terbesar di Eropa. mengatakan sedang mengevaluasi keputusan AS dan akan bereaksi sesuai itu. Perusahaan teknologi yang berbasis di Inggris, Dialog Semiconductor Plc, yang memasok chip manajemen daya untuk berbagai produk Huawei, sedang memantau situasi dengan cermat. Pembuat chip Eropa lainnya, NXP Semiconductors NV enggan berkomentar mengenai situasi ini.

Pabrikan Eropa menghadapi ancaman yang berpotensi lebih besar terhadap bisnis jika China memilih untuk membalas tindakan AS terbaru dengan menargetkan salah satu klien terpenting mereka, Apple Inc.

"Industri semikonduktor Eropa lebih terpapar Apple daripada Huawei dalam handset," kata Dan Ridsdale, kepala global TMT di Edison Investment Research.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa perang dagang AS vs China
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top