Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaum Tak Punya Kuasa Berkuasa. Siapa Mereka?

Banyak peristiwa politik yang memperlihatkan bahwa kaum tak punya kuasa tidak dapat dipandang sebelah mata untuk membuat agenda perubahan besar dan mendasar.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  22:08 WIB
Aksi demonstrasi dari pihak oposisi Kenya - Reuters
Aksi demonstrasi dari pihak oposisi Kenya - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ada sebuah esai karya Vaclav Havel yang bisa dikatakan selalu relevan dengan kondisi politik di sebuah negara, terutama di negara-negara berkembang.

Bisa jadi kita di Indonesia juga dapat belajar dari apa yang ditulis tokoh tersebut agar tidak terjebak dalam politik dan kekuasaan yang absolut.

Pada 1978 dia menulis sebuah esai yang sangat menyerempet bahaya bagi keselamatan dirinya sendiri. Pasalnya, konten dari karya Havel dapat langsung membuat panas kuping penguasa saat itu.

Dia menyoal ‘kekuatan tak tertampung dari kaum tak punya kuasa’ (untapped power of powerless). Esai tersebut mengisahkan akibat tak terhingga yang dapat ditimbulkannya, bahkan ketika kekuasaan pemerintahan yang menindas masih sangat ketat.

Bila diperas lagi, bercerita soal rakyat jelata awam yang mampu mencapai hidup dalam kebenaran. Dan itu hanya jika setiap orang memutuskan untuk melawan kebohongan yang terjadi di tengah masyarakat, membuat keputusan pribadi untuk hidup dalam kebenaran.

Banyak yang berpendapat bahwa pemikiran semacam itu hanya khayalan kosong seorang Don Quixote dari Ceko yang mencoba menghentikan kitiran baling-baling menara kincir angin besar.

Vaclav Havel adalah penulis, politikus dan dramawan Ceko. Dia juga adalah Presiden Republik Ceko yang pertama. Dunia pria kelahiran Praha 5 Oktober 1936 ini sejatinya adalah seni peran dan teater.

Namun dunia politik, tak terhindarkan, dijamahnya pula, terutama dari sisi kelompok yang anti pemerintah Cekoslovakia mulai dari dekade 1960. Peristiwa Musim Semi Praha pada 1968 membuat Havel lebih intens berpolitik tanpa meninggalkan seni peran dan teater.

Politikus sekaligus dramawan kondang Ceko dan bahkan juga dunia ini meninggal pada 2011 dalam usia 75 tahun.

Dalam banyak hal, sikap skeptis yang dirasakan Havel tampaknya beralasan. Saat itu (1978) Leonid Brezhnev, pemimpin Soviet yang 10 tahun sebelumnya mengirimkan armada tank untuk memberangus gerakan pembaruan politik di Cekoslovakia, masih berkuasa di Kremlin.

Kala itu gerakan serikat buruh Solidaritas, yang kemudian berhasil mencapai kemenangan gemilang di Polandia dalam menghentikan rezim komunis, belum terbentuk.  

Havel sendiri bersama kawan-kawannya sudah sekian lama mendekam di penjara dan kemudian ikut tergerak untuk melakukan tindakan yang sama.

Sebelas tahun kemudian perubahan besar terjadi. Tidak hanya di Cekoslovakia tetapi juga di negara-negara lainnya di kawasan Eropa Timur Blok Soviet.

“Saya pun menyaksikan dan mengalami langsung suatu rangkaian kemenangan  rakyat yang luar biasa di seluruh kawasan ini [Eropa Timur], termasuk di negara saya sendiri,” ujarnya dalam kata pengantarnya untuk Small Acts of Resistance: How Courage, Tenacity, and Ingenuity Can Change the World (Crawshaw dan Jackson, 2010).

Pada peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Revolusi Beledu (Velvet Revolution) itu, rakyat Ceko dan Slovakia menentang tindak kekerasan penguasa yang mempercepat ambruknya benteng yang saat itu (November 1989) tampak mustahil dirobohkan.

Setelah itu, negara-negara komunis Blok Timur memang tinggal kenangan. Namun bukan berarti menihilkan jutaan orang lainnya di seluruh dunia yang masih hidup dalam keadaan yang tampaknya tak akan ada perubahan apapun.

Namun, kata Havel, mereka harus ingat bahwa pemberontakan yang terjadi di seantero Eropa Timur pada 1989 adalah hasil serangkaian tindakan orang per orang warga rakyat jelata awam yang secara bersama-sama kemudian membuat perubahan menjadi tak mungkin dihindari lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

republik ceko
Editor : Inria Zulfikar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top