Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tuntaskan Kasus ABK WNI, Indonesia Minta Mutual Legal Assistance ke China

Hal itu diminta langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat berkunjung ke Negeri Tirai bambu, Kamis (20/8/2020). 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  10:58 WIB
nWarga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020). Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO - Hasnugara
nWarga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020). Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO - Hasnugara

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia meminta meminta adanya kerja sama mutual legal assistance atau bantuan hukum timbal balik dalam upaya menuntaskan investigasi terkait tuduhan perdagangan manusia di kapal Long Xing 629.

Sejumlah anak buah kapal atau ABK berkerwarganegaraan Indonesia (WNI) di kapal ikan asal China itu tewas lantaran diduga mendapatkan perlakuan tak layak.

Hal itu diminta langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat berkunjung ke Negeri Tirai bambu, Kamis (20/8/2020). Retno kembali mengutarakan perhatiannya terhadap eksploitasi ABK WNI yang bekerja di kapal ikan China secara langsung kepada Menlu Wang Yi.

Salah satu bentuk kerja sama mutual legal assistance itu berupa kesaksian dari saksi warga negara China yang terkait dengan kasus dugaan eksploitasi ABK WNI itu. Menlu Wang Yi, jelas Retno, memberikan respons positif.

"Dan permintaan ini ditangapi positif oleh Menteri Luar Negeri Wang Yi," kata Menlu saat konferensi pers virtual, Kamis (20/8/2020) malam.

Indonesia, sambung dia, juga meminta adanya investigasi yang transparan terkait tuduhan perdagangan manusia di kapal Long Xing 629.

"Saya menekankan bahwa isu ini bukan isu antara swasta, tetapi pemerintah sudah harus terlibat bahwa pelanggaran kemanusiaan tidak terjadi di masa datang," ungkapnya

Seperti diketahui, terdapat dugaan eksploitasi yang menimpa ABK WNI di kapal ikan China Long Xing 629. Terdapat empat ABK WNI yang meninggal di kapal tersebut dalam jangka waktu yang berbeda.

Selain kapal ini, terdapat pula empat ABK WNI yang meninggal di kapal Han Rong 363 dan kapal Han Rong 368. Jenazah mereka semua telah dilarung di laut, kecuali satu orang dari kapal Long Xing 629 yang meninggal di rumah sakit di Busan, Korea Selatan.

Berdasarkan pernyataan sejumlah ABK WNI, mereka bekerja dengan jam kerja yang terlalu panjang hingga 20 jam sehari, tidak diberikan makan dan minum yang layak, dan tidak diberi gaji sesuai kontrak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abk wni
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top