Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ancaman Alibaba Ada di China, Bukan Trump

Ekonomi China yang pulih sangat cepat dari pandemi Covid-19 menjadi sentimen positif untuk mendongkrak output industry dan sentimen konsumen.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  11:39 WIB
Jack Ma, pendiri e-commerce raksasa Alibaba, berbicara saat upacara penandatanganan MoU
Jack Ma, pendiri e-commerce raksasa Alibaba, berbicara saat upacara penandatanganan MoU "Smart Digital Hub and Digital Transformation Strategic Partnership" di sebuah hotel di Bangkok, Thailand 19 April 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sepertinya Alibaba Group Holding Ltd. harus bersiap untuk menghadapi ancaman, tetapi ancaman itu bukan berasal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Justru, ancaman terbesar datang dari halaman belakangnya sendiri alias dari China. Meningkatnya kompetisi antar perusahaan digital di China menjadi ancaman yang tak bisa disepelekan.

Dominasi Alibaba di sektor e-commerce China mendapat tantangan dari JD.com Inc. dan Pinduoduo Inc.

Sementara itu, medium ritel social misalnya Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd. terus bersaing untuk mendapatkan supplier dan pembeli.

Ekonomi China yang pulih sangat cepat dari pandemi Covid-19 menjadi sentimen positif untuk mendongkrak output industri dan sentimen konsumen.

Pengumuman kinerja keuangan Alibaba yang akan dirilis pada Kamis (20/8/2020) bakal menjadi acuan bagi para investor terhadap performa perusahaan ini.

“Alibaba sedang berkompetisi ketat di dua hal dalam satu waktu. Yang pertama dalam e-commerce dan satunya lagi pada jasa lokal offline. Ini adalah perusahaan yang agresif dan investor ingin melihat pencapaian di salah satu bidangnya,” kata analis Blue Lotus Capital Shawn Yang, dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, masih belum jelas apakah Trump akan menargetkan Alibaba, setelah TikTok dan WeChat. Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan belum ada proses formal yang diambil untuk Alibaba untuk saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alibaba Donald Trump TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top