Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satu RT di Dikarantina karena Klaster Corona Pernikahan di Sukoharjo

Satu RT (Rukun Tetengga) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terpaksa diisolasi karena satu keluarga dinyatakan positif tertular virus Covid-19 atau Corona setelah acara ijab kabul anaknya.
Indah Septiyaning Wardhani
Indah Septiyaning Wardhani - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  13:50 WIB
Satu RT di Dikarantina karena Klaster Corona Pernikahan di Sukoharjo
Warga di Dukuh Kesongo RT02 - RW01 Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, memiliki cara unik dalam menjaga kampungnya dari para pendatang untuk mencegah berkembangnya virus Corona. Mereka menjadi pocong. Istimewa / Jakusa.
Bagikan

Bisnis.com, SUKOHARJO - Satu RT (Rukun Tetengga) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terpaksa diisolasi  karena satu keluarga dinyatakan positif tertular virus Covid-19 atau Corona setelah acara ijab kabul anaknya.

Akibat isolasi itu, sedikitnya 35 keluarga dalam satu RT di Desa Lawu, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dikarantina, setelah lima warga terkonfirmasi positif Corona. Kelima warga tersebut merupakan satu keluarga yang terpapar virus corona dari klaster pernikahan.

Camat Nguter Sumarno mengatakan Pemerintah Desa Lawu terus menyuplai logistik bagi warga setempat.

"Ada sekitar 35 keluarga dalam satu RT yang dikarantina di Desa Lawu karena lima orang warga positif Corona dari klaster pernikahan," katanya Selasa (18/8/2020), seperti dilaporkan Solopos.com.

Sumarno menceritakan awal mula munculnya klaster pernikahan di Desa Lawu kali pertama diketahui saat  salah satu orang tua dari mempelai perempuan sakit dan dirawat di rumah sakit di Jakarta. Orang tua ini sakit setelah menghadiri ijab kabul anaknya di Desa Lawu, Nguter pertengahan Juli lalu.

"Orang tuanya sakit dengan gejala virus Corona seperti demam, batuk dan kesulitan bernapas. Lalu orang tua ini meninggal dunia dan hasil swab keluar ternyata positif Corona," katanya.

Selanjutnya, kontak erat keluarga yang ada di wilayah Desa Lawu, Nguter, ditelusuri. Dari penelusuran kontak erat tersebut oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo melakukan tes swab kepada delapan orang anggota keluarga. Hasilnya lima orang terkonfirmasi positif Covid-19. Kelima orang ini masih dalam satu keluarga yang tinggal di lingkungan satu RT.

"Jadi ijab kabulnya sebenarnya sudah pertengahan Juli lalu. Tapi baru ketahuan muncul klaster pernikahan setelah ada anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19," katanya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan hingga kini masih menunggu hasil swab pasangan pengantin tersebut.

"Sementara hasil tes swab yang keluar baru lima orang, dari delapan orang yang kita ambil swab. Termasuk swab pengantin belum keluar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkab sukoharjo Virus Corona covid-19

Sumber : Solopos

Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top