Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Sepopuler Donald Trump, Siapa Robert Trump yang Baru Saja Tutup Usia?

Robert Trump merupakan adik dari Presiden AS Donald Trump yang meninggal pada Sabtu (15/8/2020).
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Agustus 2020  |  16:41 WIB
Robert Trump saat memeluk Donald Trump pada 2016 - Bloomberg/Chip Somodevilla/Getty Images
Robert Trump saat memeluk Donald Trump pada 2016 - Bloomberg/Chip Somodevilla/Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang berkabung setelah ditinggal pergi untuk selamanya oleh adiknya, Robert Trump karena sakit pada Sabtu (15/8/2020).

Presiden AS Donald Trump mengumumkan berita duka tersebut melalui sebuah pernyataan.

"Dia tidak hanya adik, dia juga sahabat saya. Dia akan selalu dirindukan, tetapi kita akan bertemu lagi. Kenangannya akan hidup dalam hati saya. Robert, aku menyayangimu. Istirahatlah dalam damai," kata Presiden Trump.

Lalu, siapakah Robert Trump? Berikut adalah sejumlah catatan terkait Robert Trump.

1. Anak paling bontot

Robert Trump merupakan anak ke-5 atau yang terakhir dari pasangan Frederick Christ Trump dan Mary Anne MacLeod. Robert berbeda 2 tahun dengan Donald Trump.

Dilansir dari New York Times, walaupun dia tidak pernah disiapkan mengambil alih bisnis keluarga, Dia adalah eksekutif wakil presiden yang mengelola Trump Organization. Dia juga membantu mengelola kasiono di Kota Atlantis.

2. Saudara yang spesial bagi sang Presiden

Selain ungkapan yang menyentuh dari Donald Trump saat kehilangan adiknya tadi, kedekatan keduanya juga terlihat dari Donald Trump yang masih menyempatkan mengunjungi adiknya di rumah sakit New York di tengah kesibukan kampanye pilpres.

Ini agak berbeda dengan kakaknya, Frederick Trump Jr., yang meninggal pada 1981. Pada 2000, anak Fred, Fred III menantang wasiat kakeknya ke pengadilan lantaran keluarganya mendapat warisan lebih sedikit.

Donald Trump membalas dengan memotong manfaat bagi putra Fred III yang menderita cerebral palsy. Kendati demikian, akhirnya perseturuan itu berujung damai.

3. Sempat dirawat di rumah sakit

ABC News melaporkan Robert Trump dirawat di unit perawatan intensif di rumah sakit Mount Sinai, New York selama lebih dari sepekan pada Juni.

Sementara itu, New York Times melaporkan, Donald Trump sempat mengunjungi Robert Trump pada Jumat (14/8/2020) di Rumah Sakit New York-Prebysterian selama kurang dari satu jam.

Bahkan pada sebelum meninggal, Donald Trump sempat menelpon ke rumah sakit di tempat adiknya dirawat seiring kondisinya yang memburuk.

Berdasarkan pengakuan seorang anggota keluarga, Robert Trump sempat jatuh dan mengalami pendarahan otak.

4. Tidak suka popularitas dan berkepribadian baik

Biografer keluarga Trump, Michael D'Antonio mengungkapkan bahwa Robert Trump adalah yang paling anteng di antara saudara lainnya. "Dia senang ada di luar sorotan," kata Antonio.

Mantan eksekutif Trump Organization Jack O'Donnnell mengatakan Robert Trump adalah orang yang lebih memiliki selera humor ketimbang kakak-kakaknya.

"Dia bermartabat, pendiam, mendengarkan, dia enak diajak bekerja sama," katanya. Menurutnya, Robert Trump merasa nyaman dengan menjadi adik dari Donald Trump.

5. Menentang publikasi buku yang membongkar rahasia keluarga Trump

Sebuah buku yang ditulis oleh Mary L. Trump, keponakan sang Presiden, Too Much and Never Enough ditentang oleh keluarga Trump, salah satunya Robert Trump.

Fox News melaporkan, Robert Trump mengungkapkan kecewa kepada keponakannya yang dianggapnya mencoba membuat keluarga Trump menjadi sensasional dan merendahkan karakter.

"Saya dan seluruh keluarga sangat bangga dengan kakak tercinta, sang presiden, dan merasa perilaku Mary sangat memalukan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden as Donald Trump trump
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top