Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perangi Korupsi di Malaysia, Mahathir Dirikan Partai Pejuang

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad akhirnya menamai partainya yang baru didirikan dengan nama Partai Pejuang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  10:30 WIB
Mahathir Mohamad. - Bloomberg/Samsul Said
Mahathir Mohamad. - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad akhirnya menamai partainya yang baru didirikan dengan nama Partai Pejuang.

Mahathir mengatakan partai itu dibentuk dari kesadaran dan kebutuhan untuk memerangi korupsi yang menghancurkan bangsa. Dia mengajak warga negara Malaysia untuk memerangi korupsi bersama partainya.

“Jika Anda menginginkan posisi dan uang, pilih pihak lain. Jika Anda ingin menebus martabat Anda dan mempertahankan hak kita maka pilih partai kami. Pilih Pejuang, ”katanya dalam pernyataan yang diposting di halaman Facebook dan Twitter seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (13/8).

Minggu lalu Mahathir, 95, mengumumkan pembentukan partai politik baru, tetapi tidak mengungkapkan nama partainya.

Partai baru, yang akan dipimpin oleh putranya Mukhriz Mahathir sebagai presiden dan dirinya sendiri sebagai ketuanya, tidak sejalan dengan Pakatan Harapan (PH) atau Perikatan Nasional (PN).

Mahathir pada Mei 2018 memimpin koalisi PH meraih kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum hingga kemudian menjadi perdana menteri Malaysia.

Selama konferensi pers yang mengumumkan pembentukan partai minggu lalu, Mahathir mengatakan bahwa partainya yang baru berbasis etnis Melayu dan akan fokus pada pemberantasan korupsi dan memastikan Malaysia "sekali lagi menjadi macan Asia.

Pemerintah Pakatan Harapan bubar pada Februari lalu, kurang dari setengah masa pemerintahan, setelah mencuat upaya perebutan pengaruh.

Mahathir pun lantas mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Selama berhari-hari, partai-partai politik dan anggota parlemen mengubah aliansi, mereka terpecah antara kubu yang mendukung Mahathir atau Anwar.

Akhirnya, Muhyiddin, yang semula berada di kubu Mahathir, menjadi penantang ketika partai-partai dari pemerintahan sebelumnya setuju untuk mendukungnya. Mahathir menolak beberapa dukungan oposisi karena dia mengatakan itu berarti bekerja dengan individu-individu yang "korup".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Mahathir Mohamad
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top