Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 pada Anak di AS Naik 40 Persen Jelang Tahun Ajaran Baru

Anak-anak yang terpapar virus corona (Covid-19) dilaporkan jarang mengalami kondisi yang parah dan tanpa gejala berat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  19:59 WIB
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - American Academy of Pediatrics dan Children's Hospital Association melaporkan 338.000 anak-anak di Amerika Serikat terpapar Covid-19 sejak awal penyebaran Covid-19. Dari jumlah itu, 97.078 kasus baru pada anak-anak dilaporkan muncul selama periode 16-30 Juli. 

Dengan kata lain, jumlah kasus Covid-19 baru pada anak-anak di AS naik 40 persen dalam dua minggu terakhir Juli 2020.  Laporan terbaru itu diterbitkan beberapa minggu sebelum puluhan juta pelajar di AS akan memasuki tahun ajaran baru.

Menurut laporan tersebut, sebagian besar kasus baru pada anak-anak ditemukan di wilayah selatan dan barat AS. Data itu dikumpulkan dari 49 negara bagian, New York City, Columbia, Puerto Rico, dan Guam. 

Laporan itu tidak menjelaskan penyebab kenaikan kasus positif di kalangan anak-anak. Sejauh ini, tingkat pemeriksaan Covid-19 di AS telah meningkat. Beberapa kajian terbaru juga menunjukkan anak-anak dapat menjadi penyebar virus sekaligus terjangkit Covid-19.

American Academy of Pediatrics mencantumkan data yang menunjukkan anak-anak yang terkena virus corona jarang mengalami penyakit Covid-19 yang parah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menjelaskan anak-anak yang terserang Covid-19 juga umumnya tidak menunjukkan gejala yang parah. 

CDC belum lama ini memperbarui panduan kesehatannya yang mendukung sekolah kembali dibuka asalkan wilayah dan komunitas sekitarnya tidak melaporkan kasus positif Covid-19 dalam jumlah besar.

Beberapa kota, seperti Chicago dan Los Angeles, berencana memulai tahun ajaran baru dengan pembelajaran via Internet/dalam jaringan, sementara New York City, yang pernah menjadi pusat wabah Covid019 di AS, berencana menggelar pembelajaran secara fisik, setidaknya beberapa kali, di semua sekolah distrik pada musim gugur.

Hanya sedikit anak-anak yang dilaporkan meninggal dunia karena Covid-19 di antara lebih dari 162.000 korban jiwa yang dilaporkan sejauh ini di AS. Data pemerintah menunjukkan lebih dari lima juta jiwa di AS positif Covid-19. Angka itu adalah seperempat dari total kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Sejumlah ahli kesehatan sedang mengawasi laju penyebaran Covid-19 pada anak-anak dan remaja, sementara para pembuat kebijakan masih belum menentukan model pembelajaran yang akan diikuti oleh murid-murid.

Ada tiga opsi yang tersedia, yaitu apakah belajar dalam kelas, memanfaatkan model pembelajaran virtual, atau menggabungkan keduanya. 

Presiden AS Donald Trump meminta otoritas di negara bagian untuk mengizinkan para siswa kembali belajar di ruang kelas. Namun, permintaan itu dikritik oleh banyak ahli kesehatan yang khawatir terhadap risiko penyebaran Covid-19, khususnya di daerah dengan kasus positif tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top