Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menko Muhadjir: Perlu Persiapan Optimal untuk Hadapi Bonus Demografi

Fase awal kehidupan anak sampai fase pendidikan tinggi perlu dipersiapkan secara matang untuk mewujudkan bonus demografi yang produktif dan berkualitas.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  00:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan tantangan yang sangat perlu untuk diatasi di dunia pendidikan saat ini tidak hanya pandemi Covid-19 saja, tetapi juga bonus demografi yang dipastikan akan terjadi pada 2045 mendatang.

"Tantangan yang sangat perlu untuk diatasi yaitu akan hadirnya fase bonus demografi atau demografi deviden," kata Muhadjir saat menjadi pembicara kunci virtual dalam Seminar Nasional Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang, bertajuk Aktualisasi Pendidikan Non Formal Dan Informal Di Era Pandemi Covid-19, Sabtu (8/8/2020).

Menurutnya, mulai dari fase awal kehidupan anak sampai fase pendidikan tinggi perlu dipersiapkan secara matang untuk mewujudkan bonus demografi yang produktif dan berkualitas sesuai Visi Indonesia Emas tahun 2045. 

Penguatan fase pendidikan anak, imbuhnya, perlu dilakukan agar pembangunan manusia Indonesia bisa terhindar dari jebakan-jebakan yang bisa menggagalkannya.

Muhadjir menyatakan tidak hanya pendidikan formal, tetapi pendidikan informal yakni pendidikan luar sekolah (PLS) juga harus dikuatkan. 

"Jebakan utama di dunia pendidikan yang paling besar di tingkat SD SMP adalah drop out (tidak bisa melanjutkan sekolah), itu masih sangat tinggi," ujarnya.

Kemudian jebakan kedua adalah gap antara kebutuhan dan lulusan. Dia menilai hal tersebut menjadi tanggung jawab bagi akademisi PLS untuk menghasilkan inovasi.

Bagi Muhadjir, peranan pendidikan luar sekolah sangat penting, karena sebagian besar waktu anak berada di luar sekolah, dan waktu di sekolah atau dalam kegiatan belajar mengajar formal sangat terbatas.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa pendidikan luar sekolah sangat berperan besar dalam menentukan karakter anak, perilaku anak, sampai bakat dan keahlian yang dimiliki anak.

"Peranan pendidikan luar sekolah sangat penting, karena waktu anak belajar di sekolah sangat terbatas dan sebagian besar waktu anak berada di luar sekolah. Dan justru suasana di luar sekolah yang akan menentukan perkembangan anak-anak ketika di usia SD SMP sampai beranjak ke SMA dan dalam menuju dunia kerja atau pendidikan lanjut," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan bonus demografi muhadjir effendy
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top