Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Makam Gus Dur Belum Bisa Dikunjungi Peziarah

Peziarah belum bisa mengunjungi makam Gus Dur hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  20:51 WIB
Putri keempat almarhum Presiden Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid menabur bunga ketika berziarah ke makam Gus Dur di Komplek Pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8/2015). - ANTARA/Zabur Karuru
Putri keempat almarhum Presiden Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid menabur bunga ketika berziarah ke makam Gus Dur di Komplek Pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8/2015). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JOMBANG - Para peziarah hingga saat ini masih belum bisa mengunjungi makam Gus Dur. Masyarakat yang hendak mengirim doa untuk Gus Dur diminta melakukannya dari rumah masing-masing.

Manajemen Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memutuskan untuk menutup lokasi makam mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, untuk peziarah di masa pandemi Covid-19.

"Perlu kami tegaskan bahwa status penutupan akses makam untuk peziarah masih tetap berlaku, sesuai surat Pengasuh Pesantren Tebuireng Nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 tanggal 14 Maret lalu," kata Sekretaris Pesantren Tebuireng Abdul Ghofar di Jombang, Sabtu (8/8/2020).

Pihaknya mengakui terdapat sejumlah masyarakat menyangka lokasi wisata religi Makam Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, sudah dibuka untuk peziarah.

"Jadi status makam masih tetap ditutup untuk peziarah hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kami mohon masyarakat yang hendak mendoakan Gus Dur dan masyayikh Tebuireng cukup dilakukan dari rumah masing-masing," kata Abdul.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Nur Hidayat menambahkan saat ini energi seluruh pengurus pesantren yang didirikan Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari itu masih fokus pada persiapan mengaktifkan kembali kegiatan di pesantren.

"Santri yang diundang kembali ke pondok pada 20 Juli lalu telah selesai menjalani karantina dan memulai pembelajaran sejak awal Agustus. Jadi, saat ini kami sedang mempersiapkan kedatangan kloter kedua untuk memastikan kondisi mereka sehat dan prima saat memasuki pondok dan memulai kegiatan," kata Hidayat.

Ia juga berharap masyarakat memahami kebijakan manajemen pesantren. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Demi keselamatan dan kesehatan warga pesantren, kami berharap masyarakat memahami keputusan tersebut. Sebab, amanat pengasuh kepada seluruh pengurus adalah menjadikan keselamatan dan kesehatan santri sebagai prioritas utama," kata Hidayat.

Sementara itu, sejumlah aktivitas di lokasi pesantren juga sudah dibuka untuk umum. Pada akhir Juli, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng untuk pertama kalinya memfungsikan Masjid Ulul Albab sebagai tempat salat Jumat.

Masjid Ulul Albab merupakan masjid kedua di Tebuireng, Jombang yang diresmikan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie bertepatan dengan seabad usia pesantren tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gus dur

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top