Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekan Depan, Polri Gelar Perkara Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Joko Tjandra

pekan depan tim penyidik Polri akan mengundang KPK untuk menghadiri gelar perkara dalam kasus aliran dana untuk menghapus status red notice terpidana Joko Soegiharto Tjandra.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  19:46 WIB
Kepala Bareskrim Polri (kanan) Komjen Listyo Sigit Prabowo menunjukkan buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Kepala Bareskrim Polri (kanan) Komjen Listyo Sigit Prabowo menunjukkan buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri tinggal selangkah lagi menetapkan tersangka baru terkait kasus aliran dana dari terpidana Joko Soegiharto Tjandra ke sejumlah pihak.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pekan depan tim penyidik akan mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghadiri gelar perkara dalam kasus aliran dana untuk menghapus status red notice terpidana Joko Soegiharto Tjandra.

Dia menjelaskan bahwa tim penyidik sudah punya alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

"Minggu depan kami akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka kasus tindak pidana korupsi," kata Listyo di Bareskrim Polri, Jumat (7/8).

Secara terpisah, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Argo Yuwono mengatakan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri saat ini sudah meningkatkan perkara tindak pidana gratifikasi atau suap untuk menghapus status red notice Joko Tjandra dari penyelidikan ke penyidikan.

Argo menjelaskan tim penyidik telah memeriksa 15 orang saksi dalam perkara ini. Belasan orang itu dimintai klarifikasi terkait perkara penghapusan red notice atas nama Joko Tjandra itu.

"Jadi, kita telusuri semua. Tentunya, penyidik juga akan mengedepankan asas praduga tak bersalah," kata Argo.

Sementara itu, pada hari ini Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap Anita Kolopaking yang merupakan pengacara Joko Tjandra. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setyono mengatakan bahwa tim penyidik bakal menggali keterangan dari tersangka Anita Kolopaking pada pemeriksaan hari ini untuk mendalami peran lain tersangka selain sebagai penghubung.

"Memang kan ADK ini kunci selama ini hubungan antara Joko Tjandra dengan BJPPU. Semuanya melalui ADK, dia yang menjembatani selama ini terkait kasus surat palsu itu," kata Awi, Jumat (7/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi bareskrim polri Kasus Djoko Tjandra
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top