Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh, Kekayaan Warga New York Turun Hampir Rp5.000 Triliun Akibat Pandemi Covid-19

Kekayaan warga New York turun akibat kehilangan pekerjaan, pendapatan berkurang, dan harga saham jatuh. New York menjadi kota dengan tingkat penurunan kekayaan terdalam di AS akibat pandemi Covid-19.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  19:07 WIB
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Kombinasi total kekayaan masyarakat Kota New York susut sekitar 13 persen atau US$336 miliar pada tahun ini akibat pandemi Covid-19. Jumlah tersebut setara Rp4.890 triliun (Kurs Rp14.544).

Berdasarkan laporan Webster Pacific dan New World Wealth per 30 Juni 2020, penurunan total kekayaan masyarakat NYC dibandingkan kota lainnya di Amerika Serikat merupakan yang terdalam pada periode tersebut secara tahunan atau year on year (yoy)

Sementara itu, total kekayaan masyarakat Kota San Fransisco yang merupakan kota terkaya kedua di Negeri Paman Sam diperkirakan turun US$105 miliar atau sebesar 5 persen. 

Dari sisi jumlah orang kaya, Kota New York mengalami penurunan jumlah orang kaya sebanyak 5 orang menjadi 60 orang pada periode Januari—Juni 2020. Adapun di San Fransisco terjadi pengurangan 2 orang kaya sehingga jumlahnya kini menjadi 43 orang.

“Pekerjaan yang hilang, pendapatan yang berkurang, harga saham yang jatuh, dan nilai properti yang melemah menjadi pemicu berkurangnya total kekayaan di AS sebesar 9 persen pada paruh pertama 2020,” tulis Andrew Amoils dalam laporan yang dikutip Bloomberg, Rabu (5/8/2020).

Amoils melanjutkan bahwa AS masih menjadi negara yang mampu menahan dampak negatif pandemi pada 2020 walaupun menjadi daerah dengan kasus terparah.

Dirinya menunjukkan telah terjadi penurunan total kekayaan dari masyarakat dunia sebesar 14 persen akibat Covid-19. Negara seperti Rusia dan Brazil mencatatkan penurunan total kekayaan masyarakatnya sebesar 20 persen.

“Walaupun terjadi kekacauan, AS tetap menjadi negara terkaya di dunia berdasarkan marjin kesehatan,” tulis Amoils.

Hingga akhir semester I/2020, masyarakat yang tinggal di AS memiliki kekayaan total US$58 triliun atau sekitar 30 persen dari total kekayaan masyarakat dunia. Sementara dari sisi kekayaan per kapita, AS berada di posisi kelima setelah Monaco, Luksemburg, Swiss, dan Australia.

Namun AS memimpin dalam jumlah jutawan terbanyak yaitu sebanyak 4,7 juta orang. Selanjutnya, orang dengan nilai kekayaan US$100 juta dan lebih sebanyak 8.600 orang dan milioner sebanyak 690 orang. Kekayaan ini diukur berdasarkan seluruh aset yang dimiliki dan mengecualikan perhitungan pendanaan dari pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

new york covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top