Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BMW Catatkan Kerugian Pertama Sejak 2009

Bisnis mobil BMW, yang mencatat kerugian lebih besar dari perkiraan terjadi didorong pengiriman yang anjlok karena penutupan dealer dan pabrik selama pandemi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  14:48 WIB
CEO of BMW M GmbH Markus Flasch; pendiri BMW Junior Team Jochen Neerpasch; dan BMW Junior Team : Dan Harper, Max Hesse, Neil Verhagen. - BMW
CEO of BMW M GmbH Markus Flasch; pendiri BMW Junior Team Jochen Neerpasch; dan BMW Junior Team : Dan Harper, Max Hesse, Neil Verhagen. - BMW

Bisnis.com, JAKARTA - Divisi otomotif BMW AG merugi hingga menyeret perusahaan ke posisi merah untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Hasil itu melengkapi kuartal yang suram bagi pembuat mobil Eropa karena pukulan pandemi virus corona.

Pabrikan Jerman ini kehilangan 666 juta euro (US$787 juta) sebelum bunga dan pajak antara April dan Juni, defisit triwulanan pertama sejak krisis keuangan 2009. Bisnis mobil BMW, yang mencatat kerugian lebih besar dari perkiraan terjadi didorong pengiriman yang anjlok karena penutupan dealer dan pabrik selama pandemi.

BMW adalah pabrikan Jerman terakhir yang melaporkan hasil keuangan. Baru-baru ini, VW melaporkan kerugian 2,4 miliar euro dan memotong dividennya, sementara Daimler AG berpendapat bahwa perusahaan telah melewati fase terburuk tetapi masih perlu memangkas puluhan ribu pekerjaan.

Aliansi Renault SA dengan Nissan Motor Co. berada di bawah tekanan karena mitra Jepang itu sebagian besar disalahkan atas kerugian yang dialami dengan kerugian US$8,6 miliar.

Saham BMW jatuh sebanyak 4,4 persen pada awal perdagangan di Frankfurt. Selama tahun berjalan, saham BMW telah tergerus lebih dari seperlimanya.

Titik terang untuk BMW datang dari China yang mulai pulih sejak April dan mencatat pertumbuhan volume selama tiga bulan hingga Juni dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. BMW akan mulai memproduksi mobil listrik iX3 di China tahun ini, di mana produk baru juga akan dijual pertama kali kepada pelanggan.

Pengiriman mobil listrik dan hibrida naik pada kuartal tersebut karena negara-negara termasuk Jerman dan Prancis menaikkan subsidi untuk kendaraan. Perusahaan mengharapkan pertumbuhan lebih lanjut dari sektor itu pada paruh kedua tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMW kerugian

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top