Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Patok Deadline, TikTok Harus Jual Saham Sebelum 15 September 2020

Trump mengungkapkan bahwa dirinya tidak menentang Microsoft atau perusahaan AS lainnya untuk mengakuisisi TikTok. Tetapi, dia berharap akuisisi tersebut dapat berjalan sebelum 15 September 2020.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  17:00 WIB
Seseorang mengenakan kostum Kelinci Paskah terlihat ketika Presiden AS Donald Trump menghadiri Egg Roll 2019 Gedung Putih di Washington, AS, 22 April 2019. - Reuters
Seseorang mengenakan kostum Kelinci Paskah terlihat ketika Presiden AS Donald Trump menghadiri Egg Roll 2019 Gedung Putih di Washington, AS, 22 April 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pemerintah AS harus mendapatkan persentase saham lebih besar dari penjualan aplikasi berbagi video TikTok, yang dimiliki oleh raksasa teknologi China ByteDance.

Pernyataan tersebut dilayangkan setelah Presiden Trump mengancam akan mendepak bisnis TikTok di AS jika tidak dijual pada 15 September 2020.

"Pemotongan akan datang dari penjualan [saham], apa pun angkanya", ujar Trump dalam briefing di Gedung Putih.

Menurutnya, pemerintah harus mendapatkan persentase saham yang sangat besar dari harga akuisisi tersebut.

Seperti analogi pemilik dan penyewa. Tanpa penyewa, pemilik tidak memiliki nilai. "Saya pikir itu sangat adil," kata Trump seperti dilansir South Morning China Post.

“Dan kami tidak ingin ada masalah keamanan dengan China. Itu harus menjadi perusahaan Amerika, itu harus menjadi sekuritas Amerika, harus dimiliki di sini,” tambahnya.

Sebelumnya, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak menentang Microsoft atau perusahaan AS lainnya untuk mengakuisisi TikTok. Tetapi, dia berharap akuisisi tersebut dapat berjalan sebelum 15 September 2020.

Pemerintah AS telah menyelidiki TikTok selama berbulan-bulan. Hasil penyelidikan tersebut mengungkapkan bahwa aplikasi ini dapat menyedot data pribadi pengguna di AS untuk pemerintah China.

Tuduhan tersebut ditentang habis-habisan oleh TikTok. Pembicaraan terkait dengan rencana ByteDance untuk menjual operasi TikTok di AS telah memanas sejak Juni.

Perusahaan dihadapkan dengan kenyataan bahwa untuk dapat melakukan bisnis di AS, TikTok perlu memutuskan hubungan dengan China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump TikTok
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top