Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Inggris, Warga Machester Harus Ikuti Aturan Ini

Manchester menjadi lokasi lonjakan Covid-19 di Inggris. Warga diminta mematuhi sejumlah aturan yang telah ditetapkan.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  10:20 WIB
Ilustrasi-Warga Inggris di masa pandemi Covid-19 - Bloomberg
Ilustrasi-Warga Inggris di masa pandemi Covid-19 - Bloomberg

Bisnis.com, LONDON - Kota Manchester menjadi salah satu wilayah dengan lonjakan kasus Covid-19 yang memprihatinkan di Inggris.

Pemerintah Inggris sampai-sampai menyatakan insiden besar di Kota Manchester, memungkinkan dibentuknya "struktur komando pusat" guna membantu menangani lonjakan kasus virus Corona, demikian dikutip pejabat setempat, Minggu.

Menteri Kesehatan Matt Hancock pada Kamis mengatakan penguncian Covid-19 di wilayah utara Inggris, yang mencakup Manchester Raya, bagian dari Yorkshire Barat dan Lancashire Timur, akan diperketat lantaran tingginya tingkat penularan.

"Meski dewan dan organisasi mitra sedang bekerja keras mengatasi dampak pandemi sejak awal tahun ini, status insiden besar diartikan bahwa kami dapat meningkatkan [penguncian] ini lebih ketat," kata Pimpinan Dewan Kota Manchester, Richard Leese, di Manchester Evening News.

"Hal itu memungkinkan terbentuknya struktur komando pusat untuk mengawasi respons serta memungkinkan lembaga yang terlibat memanfaatkan sumber daya ekstra," ujarnya.

Pandemi Covid-19 telah menelan lebih dari 46.000 korban jiwa di Inggris, yang merupakan jumlah kematian tertinggi ke empat di dunia, menurut hitungan Reuters pada Minggu.

Sementara itu, berdasar penelusuran Bisnis.com, Senin (3/8/2020) laman secure.manchester.gov.uk menyampaikan sejumlah pesan untuk warga Manchester.

Salah satu pesan yang terakhir diperbarui Jumat 31 Juli, pukul 2 siang, menekankan untuk membantu mengendalikan virus, semua pihak diminta tetap waspada dan sebisa mungkin tetap berada di rumah. Pekerja jika memungkinkan bekerja dari rumah saja.

Warga juga diminta untuk membatasi kontak dengan orang lain, menjaga jarak dengan orang lain hingga dua meter jika sedang bepergian atau di luar rumah, serta mencuci tangan secara teratur.

"Mengisolasi diri jika Anda atau siapa pun di rumah tangga Anda memiliki gejala, kenakan penutup wajah saat menggunakan transportasi umum (kecuali ada pengecualian tertentu), kenakan penutup wajah di toko-toko dan supermarket (kecuali ada pengecualian)," demikian pesan di laman tersebut.

Pada Kamis 30 Juli 2020, pukul 9 malam pemerintah setempat mengumumkan bahwa orang-orang dari rumah tangga yang berbeda tidak diizinkan saling bertemu di rumah atau kebun mereka. Hal itu berlaku di seluruh wilayah Manchester Raya dan berlaku mulai tengah malam sebagai respons atas hasil dari peningkatan tes positif.

Aturan tersebut berlaku untuk semua 10 wilayah otoritas lokal di Manchester Raya, termasuk Manchester.

"Tidak ada jangka waktu yang ditetapkan untuk pembatasan baru, pemerintah akan meninjau situasi dalam 1 minggu," lanjut pengumuman tersebut.

Dengan aturan baru itu maka warga Manchester Raya dilarang bertemu dengan orang-orang dari rumah tangga lain, baik di rumah maupun di kebun. Dalam hal ini, lingkaran anggota rumah tangga dikecualikan

Warga juga tidak dapat mengunjungi rumah atau taman orang lain, bahkan jika mereka tinggal di luar daerah yang terkena dampak.

Warga Manchester Raya hanya dapat pergi ke pub, bar, dan restoran dengan orang-orang yang tinggal bersama atau mereka yang berada dalam kelompok keluarga.

Pertemuan di luar ruangan diizinkan bagi dua rumah tangga (atau enam orang dari sejumlah rumah tangga). Pertemuan dapat berlangsung di luar ruangan di ruang publik (bukan di kebun) dengan menerapkan pengaturan jarak sosial.

Pengaturan di tempat ibadah seperti juga pengaturan ketat lainnya terkait Covid-19 tetap terbuka.

Warga juga diminta untuk tidak berbagi kendaraan dengan orang-orang di luar rumah tangga , kecuali jika itu adalah bagian dari sekolah atau dalam satu kelompok pekerjaan.

"Orang-orang yang tinggal di dalam dan di luar Manchester dapat terus melakukan perjalanan keluar-masuk untuk bekerja dan masih dapat pergi ke kafe, restoran, pusat kebugaran dan tempat-tempat umum lainnya, tetapi hanya dengan anggota rumah tangga sendiri," aturan ini juga berlaku jika warga Manchester pergi ke luar dari daerah terlarang.

Kalangan bisnis juga diharuskan mengambil langkah-langkah untuk memastikan orang tidak berinteraksi dengan orang yang tidak hidup bersama mereka, sesuai dengan panduan aman Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manchester inggris covid-19

Sumber : Antara/manchester.gov.uk

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top