Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efektif Tangani Kasus Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Eropa Diyakini Lampaui AS

Laporan Goldman Sachs Group Inc. dan JPMorgan Chase & Co menyinggung efektifnya kebijakan Eropa memutus penyebaran Covid-19.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  21:07 WIB
Seorang pria menghitung lembaran uang euro dan dolar AS. - Bloomberg/Kerem Uzel
Seorang pria menghitung lembaran uang euro dan dolar AS. - Bloomberg/Kerem Uzel

Bisnis.com, JAKARTA — Perekonomian Eropa diproyeksi mampu bangkit lebih baik dari dampak pandemi Covid-19 ketimbang AS, didukung oleh respons yang lebih efektif dalam menghadapi wabah virus corona.

Laporan Goldman Sachs Group Inc. menggarisbawahi efektifnya kontrol penyebaran Covid-19 di Benua Biru sebagai alasan pemulihan ekonomi yang lebih mulus dibandingkan di kawasan lain.

"Sangat jelas bahwa zona Euro menunjukkan penurunan yang tajam, tapi kami memproyeksi kawasan ini akan rebound lebih tajam pula," ungkap Kepala Ekonom Eropa Goldman Sachs Jari Stehn seperti dilansir Bloomberg, Minggu (26/7/2020).

Menurutnya, ekonomi Eropa bisa melampaui pertumbuhan AS dalam 1-2 tahun.

JPMorgan Chase & Co. juga memerkirakan wilayah Eropa mampu tumbuh lebih tinggi karena terbukti sukses memotong rantai mobilitas dan penyebaran virus corona. Meskipun angka mobilitas masyarakat kembali naik, tapi gelombang kedua kasus baru dinilai mampu ditekan berkat contract tracing, kewajiban penggunaan masker, dan kebijakan pembatasan sosial.

Di sisi lain, penggunaan masker masih menjadi kontroversi di AS. Pemerintah negara bagian dan pemerintah pusat pun belum sepakat soal rencana pembukaan kembali aktivitas bisnis dan sekolah.

"Sebagai kawasan yang paling terpukul oleh pandemi, kami rasa Eropa akan pulih lebih baik," ucap Kepala Ekonom JPMorgan Bruce Kasman.

JPMorgan memprediksi ekonomi Eropa menyusut 6,4 persen pada 2020, lebih rendah dari proyeksi ekonomi AS yang sebesar 5,1 persen. Namun, Eropa diyakini mampu rebound hingga 6,2 persen pada tahun depan, jauh di atas AS yang diperkirakan hanya tumbuh 2,8 persen.

Sejak 1992, AS nyaris selalu berada di atas Eropa dalam hal pertumbuhan ekonomi. Tercatat hanya delapan kali posisi ini terbalik.

Data IMF menunjukkan Eropa mampu tetap tumbuh di tengah krisis finansial 2008, berbanding terbalik dengan AS yang ekonominya terpangkas. Tetapi, setahun kemudian, ekonomi zona Eropa terkontraksi hingga 4,5 persen sedangkan Negeri Paman Sam hanya terkontraksi 2,5 persen.

Survei Bloomberg memprediksi ekonomi Eropa bisa menyusut hingga 12 persen pada periode April-Juni 2020. Adapun AS diproyeksi terkontraksi hingga 35 persen secara year-on-year (yoy) atau sekitar 10 persen secara kuartalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat ekonomi eropa Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top