Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Update Corona 26 Juli: Kasus Positif Dekati 100.000, Jawa Timur Tertinggi

Provinsi Jawa Timur masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 20.256 orang.
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020)./ ANTARA FOTO/Arnold
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020)./ ANTARA FOTO/Arnold

Bisnis.com, JAKARTA -- Jumlas kasus positif virus Corona mendekati 100.000 orang. Pada Minggu (26/7/2020), jumlah pasien naik 1.492 orang, sehingga totalnya menjadi 98.778 orang.

Provinsi Jawa Timur masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 20.256 orang. Jumlah tersebut menyumbang sebesar 20,8 persen terhadap total secara nasional.

DKI Jakarta pada posisi kedua 18.741 orang pasien terkonfirmasi Covid-19. Ibu kota negara berkontribusi 19,3 persen terhadap total akumulatif nasional.

Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat tercatat berada di posisi ketiga, keempat, dan kelima. Secara berurutan, tiga wilayah ini melaporkan kasus positif sebanyak 8.748 (9,0 persen), 8.336 (8,6 persen), dan 5.988 (6,2 persen).

Sementara itu, secara nasional 37.342 orang atau 37,8 persen dari kasus terkonfirmasi dalam perawatan. Sebanyak 56.655 orang atau 57,4 persen dari kasus terkonfimasi telah sembuh, dan sisanya 4.781 orang atau 4,8 persen dari total nasional meninggal dunia.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 55.647 orang yang berstatus suspek. Adapun, jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 20.492 spesimen per hari.

Sementara itu saat ini pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menangani Covid-19 dan dampak ekonomi yang menyertai. Komite Penanganan Covid-19 dan Penanganan Ekonomi Nasional telah dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82/2020.

Berdasarkan keterangan Ketua Komite Airlangga Hartarto, Presiden Joko Widodo membentuk tim khusus tersebut agar penanganan Covid-19 dapat berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi. Seperti diketahui, pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi telah berdampak buruk terhadap perekonomian negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper