Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 26 Juli: Kasus Positif Dekati 100.000, Jawa Timur Tertinggi

Provinsi Jawa Timur masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 20.256 orang.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  15:54 WIB
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020)./ ANTARA FOTO - Arnold
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020)./ ANTARA FOTO - Arnold

Bisnis.com, JAKARTA -- Jumlas kasus positif virus Corona mendekati 100.000 orang. Pada Minggu (26/7/2020), jumlah pasien naik 1.492 orang, sehingga totalnya menjadi 98.778 orang.

Provinsi Jawa Timur masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 20.256 orang. Jumlah tersebut menyumbang sebesar 20,8 persen terhadap total secara nasional.

DKI Jakarta pada posisi kedua 18.741 orang pasien terkonfirmasi Covid-19. Ibu kota negara berkontribusi 19,3 persen terhadap total akumulatif nasional.

Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat tercatat berada di posisi ketiga, keempat, dan kelima. Secara berurutan, tiga wilayah ini melaporkan kasus positif sebanyak 8.748 (9,0 persen), 8.336 (8,6 persen), dan 5.988 (6,2 persen).

Sementara itu, secara nasional 37.342 orang atau 37,8 persen dari kasus terkonfirmasi dalam perawatan. Sebanyak 56.655 orang atau 57,4 persen dari kasus terkonfimasi telah sembuh, dan sisanya 4.781 orang atau 4,8 persen dari total nasional meninggal dunia.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 55.647 orang yang berstatus suspek. Adapun, jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 20.492 spesimen per hari.

Sementara itu saat ini pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menangani Covid-19 dan dampak ekonomi yang menyertai. Komite Penanganan Covid-19 dan Penanganan Ekonomi Nasional telah dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82/2020.

Berdasarkan keterangan Ketua Komite Airlangga Hartarto, Presiden Joko Widodo membentuk tim khusus tersebut agar penanganan Covid-19 dapat berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi. Seperti diketahui, pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi telah berdampak buruk terhadap perekonomian negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top