Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Sembunyikan Afiliasi dengan Militer, AS Tahan Peneliti China

Juan Tang, seorang peneliti asal China di University of California, dituduh berbohong dalam permohonan visa dan menyembunyikan afiliasinya dengan militer.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  14:42 WIB
Bendera China berkibar di luar gedung Konsulat Jenderal di San Francisco pada 23 Juli 2020 - Bloomberg
Bendera China berkibar di luar gedung Konsulat Jenderal di San Francisco pada 23 Juli 2020 - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kepolisian Amerika Serikat menyatakan telah menahan seorang peneliti asal China yang telah berlindung di kantor konsulat di San Francisco setelah didakwa karena menyembunyikan latar afiliasi dengan pihak militer China.

Dilansir dari Bloomberg, kepolisian mengatakan dalam briefing bahwa mereka menangkap Juan Tang, seorang peneliti di University of California yang dituduh berbohong dalam permohonan visa AS.

Tang menjadi titik nyala baru dalam memburuknya hubungan AS-China ketika jaksa federal menyatakan dia buron pada hari Kamis. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebutnya sebagai korban "penganiayaan politik." Tang akan hadir di pengadilan federal di Sacramento pada hari Senin (27/7).

Di saat kedua negara saling menekan urat syaraf dengan menutup kantor konsuler satu sama lain di Houston dan Chengdu, Departemen Kehakiman kini menyelidikan universitas di seluruh AS dalam upaya untuk mengungkap anggota pasukan militer China yang menyamar.

Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional John C. Demers mengatakan Tang yang merupakan anggota Tentara Pembebasan Rakyat China (People’s Liberation Army/PLA) ini mengajukan permohonan visa penelitian sambil namun tidak mengungkapkan afiliasi dengan militer.

"Ini adalah bagian lain dari rencana Partai Komunis China untuk mengambil keuntungan dari masyarakat dan mengeksploitasi institusi akademik. Kami akan terus melakukan penyelidikan ini bersama dengan FBI," ungkap Demers dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Bloomberg.

Beberapa hari setelah agen federal AS mewawancarai Tang bulan lalu, jaksa mengajukan tuntutan pidana terhadapnya di pengadilan.

Jaksa penuntut mengatakan tuntutan bulan ini bahwa konsulat China di San Francisco menyediakan "pelabuhan aman yang potensial untuk maksud resmi PLA untuk menghindari penuntutan di AS”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menolak memberi komentar apakah Tang dilindungi oleh diplomat.

"Kami mendesak AS untuk berhenti menggunakan alasan apa pun untuk membatasi, melecehkan, dan menindak para cendekiawan Cina dan mahasiswa China di AS," katanya dalam jumpa pers reguler di Beijing.

Departemen Kehakiman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Biro Investigasi Federal telah mewawancarai pemegang visa lain yang diduga memiliki "afiliasi terselubung" dengan militer China di lebih dari 25 kota di AS.

Tuntutan pidana terhadap Tang, yang disahkan pada 20 Juli di pengadilan federal Sacramento, California, menuduhnya berbohong mengenai koneksi ke militer China dan Partai Komunis. Tang mengajukan permohonan visa AS pada Oktober untuk mempelajari perawatan kanker di kampus universitas negeri yang berlokasi di luar Sacramento.

Bendera China berkibar di luar gedung Konsulat Jenderal di San Francisco pada 23 Juli 2020/Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat partai komunis china
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top