Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Vietnam Larang Perdagangan Satwa Liar

Vietnam adalah negara tujuan penting di kawasan Asia untuk produk-produk satwa liar ilegal, seperti sisik trenggiling dan gading gajah. Selain itu, juga pernah dilakukan penyitaan cula badak, yang diyakini memiliki nilai obat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  15:53 WIB
Sisik Trenggiling - Antara/Jafkhairi
Sisik Trenggiling - Antara/Jafkhairi

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc telah mengeluarkan perintah untuk segera melarang perdagangan satwa liar di negara Asia Tenggara itu untuk mengurangi risiko pandemi baru, kata sebuah pernyataan pemerintah.

Instruksi itu melarang impor hewan liar hidup dan produk satwa liar, menghilangkan pasar satwa liar, dan memberlakukan larangan perburuan ilegal dan perdagangan hewan liar, termasuk penjualan daring, menurut pernyataan pemerintah Vietnam yang disampaikan pada Kamis malam.

Vietnam adalah negara tujuan penting di kawasan Asia untuk produk-produk satwa liar ilegal, seperti sisik trenggiling dan gading gajah. Selain itu, juga pernah dilakukan penyitaan cula badak, yang diyakini memiliki nilai obat.

Pada Februari, 14 organisasi konservasi di Vietnam mengirim surat bersama mendesak pemerintah untuk "mengidentifikasi dan menutup pasar dan lokasi lain di mana satwa liar ilegal dijual".

Negara Asia Tenggara itu dilaporkan memiliki banyak pasar satwa liar dan juga perdagangan hewan secara daring yang berkembang pesat, dan undang-undang perlindungan hewan yang ada sering kali tidak ditegakkan dengan baik.

Vietnam juga berjanji untuk melarang perdagangan dan konsumsi hewan liar segera setelah adanya wabah virus corona baru.

Para ilmuwan menduga virus yang ditularkan ke manusia dari hewan dan beberapa infeksi paling awal ditemukan pada orang yang terpapar virus dari pasar satwa liar di ibukota provinsi Hubei, Wuhan, di mana kelelawar, ular, musang, dan hewan lainnya dijual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vietnam

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top